Saturday, June 13, 2026
HomeSeni dan BudayaParoden Basah Kocok Perut Penonton Di Pentas Terbarunya

Paroden Basah Kocok Perut Penonton Di Pentas Terbarunya

Published on

- Advertisement -spot_img

paroden__

“…Tulung balekno utangku tak nggo tuku susu anakku…”

Mengenakan pakain khas saudagar Timur Tengah, Raja Jalaludin memasuki kerajaannya sembari menyanyikan lirik di atas. Lagu parodi tersebut mampu menjadi sajian pembuka yang mengocok perut penonton. Tak berselang lama, permaisuri sang raja yang bernama Rohayah, tampil menemani suaminya.

Saat itu obrolan mereka berkutat tentang bencana kekeringan yang melanda negerinya. Walaupun bahasan mereka “berat”, tapi sesekali kedua orang itu menyelipkan guyonan di dalamnya. “Negara kita sedang krisis air. Bahkan air mata pun enggan menetes,” kata Rohayah. Tak mau kalah, sang raja membalas ucapan istrinya. “Saking ora enek banyu, pas aku pipis sing metu gur angin. Dadi suarane ‘wus…wus..’ ngono,” tuturnya disambut gelak tawa penonton.

Cuplikan di atas merupakan adegan awal dari pentas grup humor Paroden Basah. Memperingati ulangtahunnya yang ke-13, kelompok yang mengawali karir dari teater kampus ini menggelar pementasan Yodho Sabar dan 7 Manusia Mau Saru, Senin (2/3/2015) di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo. Di garapannya ini, grup yang mempunyai nama lengkap Paroden Boeat Apa Soesah itu menggabungkan cerita Jodha Akbar dan legenda Baru Klinthing.

Penonton yang memadati venue seakan tak diberi kesempatan untuk bernafas sejenak karena lawakan-lawakan yang terus mengalir dari para pemain. Terutama saat Doel Sumbing yang berperan sebagai Dewa Siwa, muncul di panggung. Gestur, improvisasi, permainan properti, dan celetukan-celetukan pentolan Pecas Ndhahe itu mampu mengocok perut setiap yang hadir.

Ditemui Soloevent usai pentas, salah satu personel Paroden Basah, Angga RR, menuturkan perhelatan tersebut ibarat menjad ajang temu kangen antarpersonel dan penggemar. “Banyak yang sudah bekerja dan berkeluarga, sehingga kami jarang kumpul. Pementasan ini menjadi reuni singkat bagi kami,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...