Thursday, September 3, 2026
HomeSeni dan BudayaParoden Basah Kocok Perut Penonton Di Pentas Terbarunya

Paroden Basah Kocok Perut Penonton Di Pentas Terbarunya

Published on

- Advertisement -spot_img

paroden__

“…Tulung balekno utangku tak nggo tuku susu anakku…”

Mengenakan pakain khas saudagar Timur Tengah, Raja Jalaludin memasuki kerajaannya sembari menyanyikan lirik di atas. Lagu parodi tersebut mampu menjadi sajian pembuka yang mengocok perut penonton. Tak berselang lama, permaisuri sang raja yang bernama Rohayah, tampil menemani suaminya.

Saat itu obrolan mereka berkutat tentang bencana kekeringan yang melanda negerinya. Walaupun bahasan mereka “berat”, tapi sesekali kedua orang itu menyelipkan guyonan di dalamnya. “Negara kita sedang krisis air. Bahkan air mata pun enggan menetes,” kata Rohayah. Tak mau kalah, sang raja membalas ucapan istrinya. “Saking ora enek banyu, pas aku pipis sing metu gur angin. Dadi suarane ‘wus…wus..’ ngono,” tuturnya disambut gelak tawa penonton.

Cuplikan di atas merupakan adegan awal dari pentas grup humor Paroden Basah. Memperingati ulangtahunnya yang ke-13, kelompok yang mengawali karir dari teater kampus ini menggelar pementasan Yodho Sabar dan 7 Manusia Mau Saru, Senin (2/3/2015) di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo. Di garapannya ini, grup yang mempunyai nama lengkap Paroden Boeat Apa Soesah itu menggabungkan cerita Jodha Akbar dan legenda Baru Klinthing.

Penonton yang memadati venue seakan tak diberi kesempatan untuk bernafas sejenak karena lawakan-lawakan yang terus mengalir dari para pemain. Terutama saat Doel Sumbing yang berperan sebagai Dewa Siwa, muncul di panggung. Gestur, improvisasi, permainan properti, dan celetukan-celetukan pentolan Pecas Ndhahe itu mampu mengocok perut setiap yang hadir.

Ditemui Soloevent usai pentas, salah satu personel Paroden Basah, Angga RR, menuturkan perhelatan tersebut ibarat menjad ajang temu kangen antarpersonel dan penggemar. “Banyak yang sudah bekerja dan berkeluarga, sehingga kami jarang kumpul. Pementasan ini menjadi reuni singkat bagi kami,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...