Monday, September 7, 2026
HomeSeni dan BudayaMuncul Variasi Jenang Baru Di Festival Jenang Solo 2015

Muncul Variasi Jenang Baru Di Festival Jenang Solo 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

ANEKA KREASI BUBUR BAHARI TERSAJI DI PUNCAK FESTIVAL JENANG SOLO 2015_

Sebanyak 32.000 takir jenang dibagi kepada masyarakat dalam puncak acara Festival Jenang Solo (FJS) 2015, Selasa (17/2/2015). Sengatan matahari pagi tak menghalangi pengunjung untuk memadati koridor Ngarsopuro sedari pukul 08.00 WIB. Mereka berkerumun di sekitar stan-stan yang menyajikan aneka bubur gratis, walaupun pembagiannya baru dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.

Usai dibuka oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo; bersama Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung; pengunjung langsung berburu penganan tradisional itu di 50-an stan yang ada.

Selain menyediakan bubur-bubur yang sudah familiar bagi lidah kebanyakan orang, seperti bubur ketan hitam, mutiara, grendul, pati, dan lain-lain, setiap peserta FJS 2015 diwajibkan menyajikan menu bubur bahari. PKK Kelurahan Tegalharjo salah satunya. Mereka membuat jenang kreasi baru yang dinamai “Jenang Tuna Acar Kuning”.

Salah seorang penjaga stan PKK Kelurahan Tegalharjo, Budi Hartanti, menuturkan agar enak disantap, tuna dikukus selama 20 menit agar tulangnya melunak. Sementara agar tuna tidak berbau amis, dalam proses pembuatannya dilumuri bumbu jahe, kunir, daun jeruk, dan serai.

Sementara Dharma Wanita Rumah Sakit Ortopedi yang mengusung Kampung Nelayan, menyajikan menu unik: jenang antiosteoporosis. Seorang penjaga stan yang berkostum unik, Widowati, mengatakan bubur diberi campuran udang, ikan teri Medan, dan buah labu. “Bahan-bahan ini mengandung kalsium tinggi, sehingga dapat memperkuat tulang,” jelasnya.

Seorang pengunjung Festival Jenang Solo 2015, Laksono, mengaku senang dengan festival yang telah memasuki edisi keempat itu. “Tadi saya sudah mencicipi tiga rasa: bubur Manado, bubur seafood, dan bubur tumpang. Paling enak bubur Manado, karena di Solo jarang ada yang jual,” ungkap wanita asal Laweyan ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berharap dengan tema “Kreasi Jenang Bahari” yang diangkat dalam festival ini dapat mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan mumpuni. “Mulai detik ini, kami mengajak warga agar mulai mengonsumsi ikan laut, agar pada 2045 tercipta generasi yang handal, cakap, dan mumpuni dalam mengelola tata negara,” urainya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...