Tuesday, July 28, 2026
HomeSeni dan BudayaMuncul Variasi Jenang Baru Di Festival Jenang Solo 2015

Muncul Variasi Jenang Baru Di Festival Jenang Solo 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

ANEKA KREASI BUBUR BAHARI TERSAJI DI PUNCAK FESTIVAL JENANG SOLO 2015_

Sebanyak 32.000 takir jenang dibagi kepada masyarakat dalam puncak acara Festival Jenang Solo (FJS) 2015, Selasa (17/2/2015). Sengatan matahari pagi tak menghalangi pengunjung untuk memadati koridor Ngarsopuro sedari pukul 08.00 WIB. Mereka berkerumun di sekitar stan-stan yang menyajikan aneka bubur gratis, walaupun pembagiannya baru dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.

Usai dibuka oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo; bersama Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung; pengunjung langsung berburu penganan tradisional itu di 50-an stan yang ada.

Selain menyediakan bubur-bubur yang sudah familiar bagi lidah kebanyakan orang, seperti bubur ketan hitam, mutiara, grendul, pati, dan lain-lain, setiap peserta FJS 2015 diwajibkan menyajikan menu bubur bahari. PKK Kelurahan Tegalharjo salah satunya. Mereka membuat jenang kreasi baru yang dinamai “Jenang Tuna Acar Kuning”.

Salah seorang penjaga stan PKK Kelurahan Tegalharjo, Budi Hartanti, menuturkan agar enak disantap, tuna dikukus selama 20 menit agar tulangnya melunak. Sementara agar tuna tidak berbau amis, dalam proses pembuatannya dilumuri bumbu jahe, kunir, daun jeruk, dan serai.

Sementara Dharma Wanita Rumah Sakit Ortopedi yang mengusung Kampung Nelayan, menyajikan menu unik: jenang antiosteoporosis. Seorang penjaga stan yang berkostum unik, Widowati, mengatakan bubur diberi campuran udang, ikan teri Medan, dan buah labu. “Bahan-bahan ini mengandung kalsium tinggi, sehingga dapat memperkuat tulang,” jelasnya.

Seorang pengunjung Festival Jenang Solo 2015, Laksono, mengaku senang dengan festival yang telah memasuki edisi keempat itu. “Tadi saya sudah mencicipi tiga rasa: bubur Manado, bubur seafood, dan bubur tumpang. Paling enak bubur Manado, karena di Solo jarang ada yang jual,” ungkap wanita asal Laweyan ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berharap dengan tema “Kreasi Jenang Bahari” yang diangkat dalam festival ini dapat mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan mumpuni. “Mulai detik ini, kami mengajak warga agar mulai mengonsumsi ikan laut, agar pada 2045 tercipta generasi yang handal, cakap, dan mumpuni dalam mengelola tata negara,” urainya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

More like this

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...