Friday, October 16, 2026
HomeSeni dan BudayaWarga Berdesakan Demi Setakir Jenang

Warga Berdesakan Demi Setakir Jenang

Published on

- Advertisement -spot_img

“Mundur, mundur! Pak, Bu, sing tertib nggih antrine,” kata seorang volunteer Festival Jenang Solo 2015 kepada para warga yang tak sabar mendapatkan jatah bubur gratis. Usai dimasak oleh para koki dari Indonesian Chef Association, kelima macam jenang dibagikan gratis kepada warga. 5 menu yang disajikan yakni sungsum, ketan hitam, kacang hijau, mutiara, dan jenang bahari.

Warga yang antusias, rela berdesak-desakan demi mendapatkan setakir bubur. Yang pertama dibagi adalah ketan hitam. Tak sampai 20 menit, penganan tradisional itu habis diserbu pengunjung. Ketua Panitia Festival Jenang Solo 2015, Mayor Haristanto, turun tangan langsung dalam membagikannya. Dibantu tiga volunteer, mereka dengan sigap menuangkan jenang ke dalam takir.

Walaupun harus saling berhimpitan, tapi warga yang beruntung mendapatkan bubur terlihat senang. Satya dan Dara dua di antaranya. Mahasiswa dan mahasiswi asal Cirebon yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi negeri di Solo ini mengaku kagum dengan acara ini. “Di tempat asal kami, nggak ada festival seperti ini,” ucap Satya.

“Buburnya enak, tapi males waktu antrinya,” tutur Dara sembari melahap bubur mutiara. “Ini jenang kedua. Tadi sudah makan yang ketan hitam, nanti mau tambah lagi,” candanya. Hampir sama dengan Satya dan Dara, Ilma seorang mahasiswi asal Garut ini juga rela berdesakan demi mendapatkan bubur gratis. “Buburnya enak. Acaranya seru. Saya ingin ngrasaiin dan juga turut berpartisipasi,” kata dia, yang datang bersama teman-teman satu kost-nya.

Ketua Indonesian Chef Association cabang Solo, Hendro Purwanto, menuturkan sekitar 25 koki turut berpartisipasi dalam masak besar jenang yang membuka Festival Jenang Solo 2015, Minggu (15/2/2015) di koridor Ngarsopuro. “Para chef tersebut berasal dari hotel dan restoran yang ada di Solo,” jelasnya. Hendro menambahkan, proses memasak bubur-bubur itu memakan waktu kurang lebih 1,5 jam.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...