Monday, September 14, 2026
HomePameranMuslim Designer Community Tolak Valentine Lewat Karya

Muslim Designer Community Tolak Valentine Lewat Karya

Published on

- Advertisement -spot_img

muslim designer community-prev__

Sebanyak 65 buah poster Muslim Designer Community tolak valentine dipamerkan dalam acara Poster Da’wah Exhibition 4th, Minggu (8/2/2015). Area car free day (CFD) di depan Plaza Sriwedari menjadi ruang eksebisinya. Poster printing berukuran 20 x 40 centimeter itu ditempelkan pada papan-papan. Ada juga poster yang digantung pada seutas tali menggunakan binder clip.

Hampir semua karya digital yang ditampilkan dalam pameran bertema “Valentine’s Day Is Not My Day” tersebut memang lebih menonjolkan pada penggunaan kalimat. Seperti “Bukti cinta itu menikahi, bukan sepasang coklat basi”, atau “Berani nikah hebat! Siapa bilang punya pacar itu hebat. Siapa juga yang bilang jomblo itu hebat. Yang hebat itu… berani nikah!”

Komandan Muslim Designer Communiy, Nur Hadi Ismail, menuturkan pameran tersebut merupakan bentuk penolakan komunitasnya terhadap Hari Valentine. Karena menurutnya, dalam hari tersebut banyak tindakan menyimpang yang dilakukan. “Perayaan tersebut merupakan agenda kaum kapitalis dan liberal. Saya pernah mendapat laporan bahwa ada bingkisan coklat yang di dalamnya terdapat pula kondom. Ini sudah sangat menyimpang,” tandasnya.

Nur menjelaskan, karya-karya itu dibuat oleh anggota komunitas dari seluruh Indonesia. Namun ada pula karya yang berasal dari Malaysia dan Qatar. “Mereka submit lewat email,” katanya saat ditemui Soloevent. Nur berharap, dibawanya poster-poster itu ke ruang publik dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat, terutama para remaja.

Salah seorang pengunjung, Ayu, menuturkan kata-kata dalam poster itu bagus. “Menarik sekaligus kreatif. Cocok dengan anak muda,” kata perempuan 20 tahun asal Boyolali itu. Sementara Putra, pria 17 tahun asal Kebakkramat mengaku mendapat pencerahan setelah menonton pameran itu. “Bagus, cukup memotivasi. Waktu SD dan SMP saya belum tahu. Sekarang dapat masukan,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...