Friday, June 26, 2026
HomeBisnisWiwik Berbagi Tips Buat Survive Di Sosial Media

Wiwik Berbagi Tips Buat Survive Di Sosial Media

Published on

- Advertisement -spot_img

tea-talk-the-sunan-hotel-bersama-Wiwik-Woeryanti_

Dalam dunia modern, fungsi media sosial begitu vital. Situs-situs seperti Twitter, Facebook, Path, Instagram, dan lain-lainnya, tidak hanya berperan sebagai sarana untuk menghantarkan unek-unek ataupun pengalaman yang ada, melainkan juga menjadi  ajang untuk mengenalkan kota yang ia tempati.

Menangkap fenomena itu, The Sunan Hotel Solo menggelar acara bertajuk Tea Talk (Royal High Tea and Talkshow), yang bertemakan “Membangun Identitas dan Daya Tarik Kota Melalui Sosial Media”, Kamis (30/10/2014), bertempat di Infinitea Tea Lounge The Sunan Hotel Solo. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Informatika Dishubkominfo Surakarta, Jackson Napitupulu, dan Chief Business Officer Id BlogNetwork, Wiwik Woeryanti.

Solo sebagai kota rujukan wisata, mempunyai banyak potensi. Selain agenda cultural event, kuliner, wisata sejarah, dan sebagainya, Kota Bengawan ini tentunya masih memiliki keunikan-keunikan lain yang belum terekspos. Di sinilah peran netizen (pengguna aktif dunia maya) untuk memunculkannya kepada khalayak ramai.

Internet yang telah dikonsumsi secara massif oleh masyarakat modern, memudahkan proses transfer informasi antara user satu dengan lainnya. Perbincangan yang terus bergulir, akan semakin menggemakan nama Solo. “Proses city branding tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi juga para netizen,” ujar Public Relations Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, yang bertindak sebagai moderator.

Dalam proses city branding, Dishubkominfo Solo pada Juli lalu, telah mengeluarkan aplikasi Solo Destination, yang digunakan sebagai acuan para warga – sekaligus pelancong – untuk menemukan tempat-tempat unik di kota ini. “Aplikasi tersebut dapat membimbing untuk menuju lokasi yang ingin dicapai. Aplikasi itu dapat di-download lewat Google Play Store,” jelas Jackson.

City branding Kota Solo juga “dimeriahkan” dengan hadirnya beberapa akun Twitter yang menyandang nama “Solo”. Berkaitan dengan itu, Wiwik Woeryanti memberikan tips agar akun-akun itu tetap eksis. Dua di antaranya yakni menentukan tujuan akun dan persona branding. “Dengan menentukan tujuan, kita akan tahu akun tersebut dibawa ke mana. Karena dengan tujuan, akun tersebut bisa lebih maksimal dan tidak melebar pembahasannya,” tuturnya.

Sementara persona branding harus dibentuk, terkait dengan pencitraan yang disesuaikan dengan target market. Misal akun itu menyasar ke usia anak muda, secara penggunaan bahasa, akun itu boleh menggunakan bahasa-bahasa gaul khas usia itu. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...