Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaGanjar Dan Rudy Singgung Ke-Bhinekaan

Ganjar Dan Rudy Singgung Ke-Bhinekaan

Published on

- Advertisement -spot_img

GANJAR-DAN-RUDY-SINGGUNG-KE-BHINEKAAN-DI-JAWA-TENGAH_

Dengan digulirkannya Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesperawi) XI tingkat Jawa Tengah di Solo, tidak hanya mengukuhkan kota ini sebagai tempat dengan segudang acara, tapi juga menjadi bukti bahwa Kota Bengawan merupakan kota yang majemuk. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, dalam pembukaan kirab budaya Pesperawi XI, Selasa (7/10/2014) di Stadion Sriwedari.

Dalam sambutannya, Rudy (sapaan F.X. Hadi Rudyatmo) menyambut baik diselenggarakannya acara tersebut. Ini merupakan kali pertama Solo ditetapkan sebagai tuan rumah, dari event yang melombakan tim paduan suara gereja Kristen se-Jawa Tengah ini.

“Ini merupakan rangkaian yang menandakan bahwa Kota Solo adalah kota majemuk. Hal ini melengkapi label Solo setelah sebelumnya ada ‘Solo Kota Keroncong’, ‘Solo Kota Sholawat’, dan lain-lain,” tegasnya. Dengan bermacam kegiatan yang dihelat secara baik, yang di dalamnya terdiri dari orang-orang dengan berbagai suku, agama, dan  ras, menjadi perwujudan tersendiri bahwa Solo adalah kota yang aman. Rudy menambahkan, empat pilar kehidupan bernegara harus menjadi landasan dalam bermasyarakat.

Hal senada juga disinggung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ketika membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesperawi) XI di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo. Ganjar mengemukakan bahwa paduan suara dapat menggerakkan dan menggetarkan sensifitas batiniah seseorang, sehingga bisa merefleksikan sebagai manusia seutuhnya. “Ciri manusia itu mempunya rasa, akal, dan hati,” tandasnya.

Ganjar menambahkan, dengan amanya penyelenggaraanPesperawi XI, menunjukkan bahwa ke-Bhinekaan tumbuh subur di Jawa Tengah. “Saya yakin betul, siapa saja yang hadir di sini, dapat membawa kesejukan,” ungkapnya. Menutup kata sambutannya, Ganjar mengutarakan, “Bernyanyilah dengan sepenuh hati.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...