Wednesday, September 9, 2026
HomeSeni dan BudayaSeni Tari Masih Mendominasi SIPA 2014

Seni Tari Masih Mendominasi SIPA 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

SENI TARI MASIH MENDOMINASI SIPA 2014-post

Eksplorasi gerak menjadi menu utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2014 hari kedua yang berlangsung pada hari Jumat (12/9/2014). Tidak hanya tari kontemporer yang diangkat, beberapa delegasi tak segan untuk menampilkan seni tari tradisional. Salah satu penampil kearifan lokal tersebut yakni Sanggar Kumpulan Seni Seri Melayu asal Riau.

Membawakan “Berseri Melayu”, kelima penari dari kelompok seni tari yang berdiri pada 7 Oktober 2006 tersebut tampil mengenakan Baju Kurung Cekak Musang yang dipadu dengan kain sarung dan ikat kepala. Dari backsound tradisional mengalun lagu-lagu zapin yang rancak, lengkap dengan pantun khas Melayu. Maka para penari pun segera menampilkan joget Inang.
Keempatnya bertepuk tangan dan paha mengikuti irama mandolin, akordeon, dan tambur. Komposisi gerak yang disajikan menapaki babak akhir tatkala seorang dari mereka masuk membawa tikar. Lalu dibentangkannya tikar itu di lantai. Kemudian mereka bersama-sama berlari di tempat dengan gerak slow motion. Dengan tangan yang dikedepankan, mereka seperti ingin meraih sesuatu.

Penampilan tak kalah menarik dibawakan oleh Maya Dance Theatre dari Singapura. Mereka mengetengahkan kreasi berjudul “Roots”. Dalam Bahasa Indonesia, roots berarti akar. Ya, kemarin grup yang didirikan tahun 2007 itu menampilkan karya yang memasukkan unsur-unsur seni tari yang menjadi akar (baca: patokan) dari tiap kebudayaan.
Mereka membagi repertoar malam itu ke dalam beberapa sesi. Di sesi tersebut, mereka bertahap mengombinasikan tarian Bharata Natyam, Zen Dance, tari topeng Korea, Jawa, yang dikemas dengan latar suara khas ala gerakan yang dihadirkan. Sambutan hangat diberikan penonton saat salah seorang penari pria membawakan Bharata Natyam secara solo.

Selain kedua penampil di atas, pergeleran yang telah memasuki usia keenamnya ini, juga dimeriahkan oleh aksi energik maskot SIPA 2014, Yang Mulia Tunku Atiah. Bersama dua temannya yakni Stepharina dan Eva Tey, delegasi Malaysia tersebut membawakan karya berjudul “Secrets”. Dengan gerakan-gerakan cepat yang merupakan pengembangan balet, mereka seperti ingin menyampaikan bahwa ada saatnya keterkengan dalam diri manusia harus dapat dilepaskan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...