Tuesday, May 12, 2026
HomeSeni dan BudayaPentas Perdana Jin Hi Kim Di Solo

Pentas Perdana Jin Hi Kim Di Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

PENTAS-PERDANA-JIN-HI-KIM-DI-SOLO

Pentas dengan tajuk Merayakan Seni Etnik dalam Waktu tersebut mengawali penampilan Jin Hi Kim di Kota Bengawan tepatnya di Balai Soedjatmoko dan keenam kalinya di Indonesia. Sebelumnya ia pernah bermain di Art Summit Festival (2004), Festival Salihara (2010), dan pada 13 Agustus lalu ia menjadi penutup Toraja International Festival 2014.

Ditemui usai menggelar pertunjukannya, wanita kelahiran 57 tahun silam ini menerangkan bahwa ia dan teman satu kolaborasinya melakukan beberapa latihan di Candi Kalasan, Candi Plaosan, dan Candi Ratu Boko. Ketika ditanyai kenapa memilih candi sebagai tempat latihan, Jin Hi Kim menjawab, “Energinya begitu berbeda. Ketika kami masuk, kami menjadi sangat fokus, sehingga tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.”

Jin Hi Kim yang kini berdomisili di Amerika Serikat tersebut memang dalam praktiknya tidak hanya menyuguhkan lantunan musik yang biasa. Ketika komungo ia petik, Jin Hi Kim tidak hanya memainkan, melainkan juga menjiwai. Rasa yang timbul dari suara merdu alatnya ibarat obat penenang bagi jiwa yang resah.

Adalah wajar ketika kita seperti merasa terhipnotis tatkala mendengarkan alunan instrumen Jin Hi Kim yang mempunyai panjang 162 cm dan lebar 23 tersebut. Tak lain tak bukan, menurut Jin Hi Kim, bebunyian yang ia keluarkan merupakan pengejawantahan dari meditasi. “Di Amerika, terdapat banyak masalah mental yang mendera orang-orang. Melalui komungo, saya membuat workshop untuk penyembuhan mereka. Saya membuat musik untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dalam sesi diskusi pasca pementasan.

Energi yang besar dari komungo dirasakan pula oleh Galih Nagasena. Ketika ia memainkan suling gambuh, shakuhachi, dan didgeridoo miliknya, ia harus bisa mengimbangi keluaran suara alat musik pentatonis itu. Menurutnya, dalam  mengimbanginya, dibutuhkan respon energi dan bunyi agar menjadi satu rasa serta satu harmoni. “Kami tadi tidak menyamakan nada, lebih ke harmoni suara. Dari pencapaian suara akhirnya kami mendapatkan satu harmoni yang sama. Kalau kita sudah sama-sama tune in, sudah satu rasa, enak jadinya,” terang Galih.

PENTAS PERDANA JIN HI KIM DI SOLO2

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...