Saturday, July 25, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Wayang Bocah 2014 Angkat Tema Wayang Orang Sriwedari

Festival Wayang Bocah 2014 Angkat Tema Wayang Orang Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

FESTIVAL-WAYANG-BOCAH-2014-ANGKAT-TEMA-WAYANG-ORANG-SRIWEDARI

Pada Rabu-Kamis (13-14/8/2014), dari pagi hingga siang, Gedung Wayang Orang Sriwedari dipadati oleh penonton. Bersama gurunya,  siswa-siswi dari sejumlah SD-SMP di Kota Solo tersebut, bersama-sama menyaksikan penampilan teman-teman sepantaran mereka yang tergabung di beberapa sanggar, dalam Festival Wayang Bocah 2014.

Ya, festival yang telah menginjak usia kesembilan ini, kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Di tahun ini, ada sembilan peserta yang turut berpartisipasi. Mereka adalah Sanggar Meta Budaya, Sanggar Tari Soerya Soemirat GPH Herwasto Kusumo, Sanggar Sono Puspa Budaya, Sanggar Sarwi Retno Budaya, Sanggar Eka Santi Budaya, Sanggar Krida Budaya, Sanggar Galuh Art, Sanggar Kusuma Aji (Klaten), dan Sanggar Sarotama (Karanganyar). Satu sanggar dari Wonogiri yang sedianya turut tampil, mengundurkan diri. Sedangkan Kelompok Senjasri didapuk sebagai penampil hiburan di akhir acara.

Menurut salah seorang panitia Festival Wayang Bocah 2014, Sungkono, menerangkan bahwa setiap peserta wajib membawakan penampilannya dengan gaya Wayang Orang Sriwedari. “Ciri khas Wayang Orang Sriwedari kan ada dalangnya, ada keprak-nya, ada duk-dukan-nya,” jelas Sungkono

Tema Wayang Orang Sriwedari sengaja diangkat sebagai jawaban dan ajang promosi kepada masyarakat bahwa salah satu kesenian tradisional itu masih ada hingga kini. “Harapannya ben  Wayang Wong Sriwedari yang selama ini dianggap di antara mati dan tidak, ternyata masih aktif, masih eksis,” ungkapnya.

Selain hal tersebut, dengan diadakannya festival ini diharapkan mampu memunculkan bibit-bibit baru yang kelak akan menjadi generasi penerus wayang orang. Di samping itu, ajang ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak muda untuk nguri-uri budaya Jawi.

 “Dengan adanya Wayang Bocah mudah-mudahan akan membuka [peluang] kepada anak-anak untuk ikut handarbeni budaya Jawa yang lebih luhung, terutama wayang orang,” tutur Sungkono, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo ini.

Di tahun depan pelaksanaannya, Sungkono berharap para peserta luar kota Kota Solo bisa turut tampil. “Harapan kami di 2015, peserta dari enam kabupaten [di eks-Karisidenan Surakarta] harus ikut semua.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...