Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaAudisi Solo Batik Fashion : Tinggi Badan Penting

Audisi Solo Batik Fashion : Tinggi Badan Penting

Published on

- Advertisement -spot_img

pengukuran-tinggi-badan-solo-batik-fashion

Senin siang itu, 4 Agustus 2014, Bale Tawangarum yang terletak di komplek Balaikota Solo dipenuhi oleh para calon model Solo Batik Fashion (SBF) 6. Ya, pada hari itu panitia SBF sedang melakukan proses audisi untuk memilih model-model yang nantinya akan mereka ajak kerjasama dalam pre event maupun main event SBF.

Sejak pukul 15.00 WIB para calon model sudah mulai berdatangan. Mereka terlebih dahulu mengisi biodata dalam form registrasi. Setelahnya satu per satu dari mereka dipanggil untuk diukur tinggi badan, berat badan, lingkar dada, dan lingkar pinggul.

Pengukuran ini merupakan salah satu syarat yang ditetapkan panitia. Selain mencari model yang mahir berlenggak-lenggok di atas catwalk, panitia juga mencari model dengan tubuh yang proporsional agar sesuai dengan gambaran para desainer yang nantinya akan turut berpartisipasi dalam Solo Batik Fashion 6.

“Karena desainer butuh tinggi yang proporsional, biar enak dilihat. Jadi kalau di luar standar langsung out. Dan nek ngeyel tetap ikut [audisi], tidak ada penjurian,” jelas Artha Christian, salah seorang panitia SBF yang melakukan pengukuran tinggi badan peserta. Standar tinggi badan minimal yang ditetapkan panitia adalah 175 cm untuk pria, dan 168 cm untuk wanita.

Satu jam setelahnya, audisi dimulai. Sekitar 70-an calon model dibagi ke dalam beberapa grup pria dan wanita sesuai dengan nomor urut. Masing-masing grup diisi oleh lima orang.  Kemudian secara berurutan, satu per satu dari mereka berlenggak-lenggok di jalur catwalk yang telah disediakan oleh panitia.

Hentakan musik EDM (electronic dance music) mengiringi langkah para peserta. Tapakan langkah mereka yang gemulai dan elegan disesuaikan dengan tempo musik yang up beat. Mereka mengelilingi jalur catwalk tersebut sebanyak dua kali. Sesampainya di depan juri, mereka pose selama lebih kurang lima detik.

Menurut salah seorang juri yang juga menjabat sebagai Ketua Solo Batik Fashion, Djongko Rahardjo, selain proporsi badan, yang dinilai dari para model adalah teknik berjalan. Model yang terpilih nantinya akan diberi pembekalan. “Kami akan latih selama empat kali pertemuan. Kami akan arahkan agar dia bisa tampil lebih bagus meskipun di acara pre event,” jelasnya.

Agus juga menerangkan bahwa pengumuman pemenang akan di-publish lewat sosial media. Menurutnya ada sekitar 20-an orang yang akan diajak bekerjasama dalam event SBF tahun ini. “Nggak banyak sih. Kami akan ambil sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...