Tuesday, July 21, 2026
HomeSeni dan BudayaBakdan Ing Balekambang Mainan Egrang

Bakdan Ing Balekambang Mainan Egrang

Published on

- Advertisement -spot_img

mainan-egrang-bakdan-ing-balekambang

“Kowe kudune jaga keseimbangan [Kamu harusnya jaga keseimbangan],” tutur Suparno kepada anaknya yang sedang belajar bermain egrang. Ia menaiki egrang setinggi kurang lebih 180 cm itu, kemudian ia berjalan mengitari sang anak. “Ngene ki lho carane main [Seperti ini lho caranya main],” jelas Suparno kepada putranya.

Rabu siang itu, 30 Juli 2014, Suparno beserta istri dan kedua anaknya mengunjungi Taman Balekambang guna menikmati libur Lebaran. “Saya dari Boyolali, ke sini untuk nyenengke [membuat senang] anak-anak,” terangnya kepada Soloevent ketika ditanya alasan mengapa memilih Balekambang sebagai rujukan wisata.

Pada momen Idul Fitri tahun ini, Taman Balekambang sebagai salah satu destinasi wisata Kota Solo menggelar event bertajuk Bakdan Ing Balekambang. Acara yang dihelat dalam rangka menyemarakkan momen libur Lebaran tersebut, menjadi tempat para pemudik pada khususnya dan warga Solo pada umumnya, untuk bercengkerama bersama keluarga.

Berdasar pandangan mata Soloevent, pengunjung yang kebanyakan keluarga, menikmati suasana asri taman sembari duduk beralaskan tikar dan menyantap bekal yang mereka bawa. Area yang berdekatan dengan pohon rindang menjadi tempat favorit mereka untuk bersenda-gurau bersama keluarga.

Dalam Bakdan Ing Balekambang, Sinergi Management selaku event organizer menyuguhkan berbagai macam hiburan untuk memanjakan pengunjung. Selain acara reguler Taman Balekambang seperti Sendratari Ramayanan dan ketoprak, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan musik dan mini circus. Selain itu pula juga dihadirkan pameran foto, bazar kuliner, dan aneka permainan tradisional serta modern.

Sinergi memang memberikan porsi untuk permainan tradisional sebagai media pengenalan kepada generasi muda. “Jadi itu (permainan tradisional) untuk anak-anak yang belum mengenal mainan tempo dulu, biar ingat,” jelas Hernawan, Project Manager Sinergi Management.

Ada beberapa permainan tradisional yang ditampilkan, antara lain egrang, dakon, gangsingan. Tidak hanya anak-anak, kaum dewasa pun  banyak meminati permainan-permainan tersebut. Pengunjung gratis memainkan permainan tradisional itu. “Kami sukarela ngasihnya,” terang Hernawan.

Bakdan Ing Balekambang sendiri diselanggarakan pada 29 Juli – 3 Agustus 2014. Namun sayang, acara tersebut “ternoda” oleh aksi juru parkir yang menarif harga tidak sesuai dengan nominal yang tercantum di karcis parkir.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...