Thursday, February 12, 2026
spot_img
HomeLainnyaKisah Jenang Kudus

Kisah Jenang Kudus

Published on

- Advertisement -spot_img

JENANG-KUDUS

Jenang makanan khas Indonesia yang disukai banyak kalangan ini menjadi primadona masyarakat bila sedang travelling ke Kota Kudus. Jenang Kudus, tak jauh berbeda dengan dodol Garut maupun dodol betawi. Namun teksturnya membedakan dari dodol-dodol di daerah jawa bagian barat, jenang biasanya lebih berminyak dan lebih lentur. Kudus merupakan kota yang terkenal akan jenangnya yang berasal dari Kaliputu. Semua makanan, adalah bagian dari budaya yang dilahirkan di negeri ini, jenang pun mempunyai cerita akan kehadirannya ditengah-tengah masyrakat.

Pada zaman saat mendiang Sunan Kudus masih hidup, ada sebuah cerita dimana cerita ini berkembang di masyarakat karena diusung-usung sebagai asal muasalnya makanan manis bernama jenang yang berasal dari Kota Kudus ini. Alkisah seorang kakek yang di dikenal dengan nama mbah Dempok mengajak cucunya main di kali (sungai) untuk bermain burung dara yang bisa dibuat balapan. Namun, di tengah kesibukan mbah Dempok sang cucu tercebur ke dalam sungai dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Saat warga ramai-ramai melihat kejadian ini, datanglah sang sunan dengan seorang muridnya bernama sadirin. Menurut Sunan Kudus bocah ini sudah mati karena tidak ada nafas yang yang keluar dari saluran nafasnya, namun Sadirin berkata lain. Bocah ini masih hidup, namun ia mengalami yang namanya ‘mati suri’.

Sadirin cekatan meminta para ibu-ibu untuk membuatkan jenang gamping. Padahal gamping adalah campuran dengan semen dalam pembuatan tembok. Namun dari pembuatan jenang inilah cucu mbah Dempok kembali hidup dari mati sementaranya. Hal ini dikisahkan oleh sunan kudus, bahwa masyarakat desa Kaliputu akan mendapatkan pemasukan dari hasil jenang kelak. Benar terjadi hingga saat ini, maka dari itu Desa yang bernama Kaliputu, kali (sungai) dan putu (cucu) ini sebagian besar masyarakatnya mempunyai industri jenang. Hingga dengan rasa syukur karena dalam penjualan jenang bisa mendapatkan untung, akhirnya diadakan acara “Kirab Tebokan” disetiap tahunnya.

Tuh kan, setiap makanan pasti ada asal usulnya. Yuk, jadi masyarakat yang pintar budaya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Solo Full Energi! 35 Kabupaten/Kota Tumpah Ruah di FORDA Jateng, Aksi Battle Dance Curi Perhatian di CFD!

Soloevent.id - Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 digelar pada 5 hingga...

5 Artis Indonesia yang Suka Lari Maraton: Dian Sastrowardoyo Hingga Gisella

Soloevent.id - Dibandingkan dengan jenis olahraga lain, lari dikenal sebagai olahraga paling ekonomis dan...

Rapma FM Rayakan Milad ke-28 Lewat Rapmafest #12

Soloevent.id - Surakarta, 3 Agustus 2025 – Rapma FM, radio komunitas di bawah naungan...