Gelar Potensi Wisata Kampung Kota: Jalan-Jalan Sambil Belajar Sejarah

1215

KAMPUNG-KOTA-SOLO-01

 

Soloevent.idKepingin tahu tentang sejarah dan potensi kampung di Kota Solo? Ikuti saja Gelar Potensi Wisata Kampung Kota yang diadakan di tiga tempat, yaitu Kampung Kemlayan, Kampung Kepatihan, dan Benteng Vastenburg. Event yang baru kali pertama diadakan ini bakal dihelat pada Sabtu-Minggu (2-3/9/2017).

 

Ada apa saja di Gelar Potensi Wisata Kampung Kota?

 

Banyak. Di hari pertama, event ini akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kampung Kemlayan, contohnya Ndalem Handoyoningrat, rumah Gan Kam, sumur Bandung, dan banyak lagi.

 

Dalam tur tersebut bakal diselipkan pertunjukan tari karya S. Ngaliman yang dipentaskan di Ndalem Handoyoningrat. Bagi yang belum tahu, seniman tersebut merupakan maestro tari tradisi yang cukup berpengaruh di Kota Solo. Karya-karyanya menjadi materi ajar di sekolah seni. Pentas itu bakalan diiringi musik gamelan yang dimainkan trah Mlaya Widodo.

 

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan cerita dan sharing tentang sejarah Kampung Kemlayan oleh Heri Priyatmoko (sejarawan). Bagi yang mau ikut, tur dilangsungkan dari jam 09.00-15.00 WIB. Titik kumpul di utara Hotel Amarelo, ya.

 

KAMPUNG-KOTA-SOLO-03

 

Keesokan harinya, Gelar Potensi Wisata Kampung Kota akan menjelajah Kampung Kepatihan. Tempat-tempat bersejarah yang didatangi antara lain Ndalem R. Ng. Nitisoewarno, Masjid Kepatihan, bekas kandang kuda Kepatihan, dan lain-lain. Jam tur sama seperti hari pertama. Kelurahan Kepatihan Kulon menjadi titik kumpulnya.

 

Puncak event ini berlangsung di Benteng Vastenburg pada Minggu malam. Nah, di situ bakalan ada pentas dari delapan kelurahan di Kota Solo, seperti Reog Anak Banyuanyar, Teater  RAN, Musik Hadrah Jayengan, dan Musik Bambu Putra Jaya.

 

Pelaksana Gelar Potensi Wisata Kampung Kota, Fawarti Gendranata Utami, mengatakan, kampung-kampung di Kota Solo punya potensi besar untuk dikembangkan, terutama sebagai destinasi wisata. “Setiap kampung punya cerita,” katanya dalam jumpa pers di kantor Dinas Pariwisata Solo, Kamis (31/8/2017).

 

Sebagai langkah awal dipilihlah Kemlayan dan Kepatihan. Berdasar riset, pemetaan, dan sisi historis, dua kampung itu dinilai siap sebagai venue.

 

Gelar Potensi Wisata Kampung Kota ini juga menjadi program dalam Jejaring Kota Kreatif yang sedang diajukan ke UNESCO. Salah satu kategori kota kreatif adalah adanya craft dan folk art. Menurut pegiat Kota Kreatif Indonesia, Paulus Mintarga, kampung-kampung di Kota Solo menjadi basisnya kesenian rakyat. Makanya, kesenian-kesenian rakyat dari kampung-kampung di Solo turut dilibatkan pada event ini.