Wednesday, June 3, 2026
HomeSeni dan BudayaDari Malang Hanya Untuk Solo Batik Carnival

Dari Malang Hanya Untuk Solo Batik Carnival

Published on

- Advertisement -spot_img

solo-batik-carnival

Wisma Batari adalah sebuah gedung bernuansa elegant dengan persewaan sebagai fungsi utamanya. Gedung ini terletak di jalan selamet riyadi Kota Solo. (22/06) petang, jalan depan gedung tersebut menawarkan fenomena tak seperti biasanya. Panggung berukuran sedang, berdiri kokoh beriringan kursi-kursi tamu. Depan gedung Batari berubah menjadi panggung pertunjukkan sebuah band musik dengan irama penyindenan. Tak luput dari acara utama yang terjadi di sepanjang selamet riyadi, yakni Solo Batik Carnival gedung ini dipadati masyarakat yang antusias menyambut parade costum bertema batik yang satu ini.

Tak sekedar masyarakat Solo, seorang mahasiswa asal Brawijaya Malang, Dinda sebut saja namanya demikian. Gadis ini rela datang jauh-jauh dari Jawa Timur hanya untuk menyaksikan Solo Batik Carnival. “Kalo di Malang, ada sih acara kayak gini. Tapi sepi penonton dan acaranya seharusnya 1 minggu ini hanya 1 hari. Kurang menarik lah, jadi membosankan gitu” Ujar mahasiswa semester 6 ini. “pokoknya harus balik lagi ke Solo” katanya dengan ekspresi senang. Tak di sangka, dengan adanya Solo Batik Carnival ini solo mampu menarik orang-orang luar Kota.

Dengan panggung berisi gamelan, gendang, terompet, dan lainnya 2 sinden cantik yang mengenakan seragam panitia bernyanyi merdu memutar lyric lagu “Semua Orang Suka Batik Semua Orang Suka Solo”. Hal ini dibenarkan dengan kedatangan Dinda ke solo, hanya untuk melihat Karnaval Batik Solo ke tujuh ini. Tamu-Tamu undangan dari berbagai instansi yang datang disuguhkan kursi bernuansa putih juga meramaikan tempat ini. Masyrakat berbondong-bondong mengabadikan event yang hanya keluar 1 tahun sekali. SBC (Solo Batik Carnival) menyuguhkan berbagai jenis batik berbeda, seperti batik buketan, batik ceplokan, batik lurik dan lainnya.

Di depan gedung Batari juga terlihat sponsor utama yang membagikan teh gratis pada para penonton yang menginginkannya. Semua orang seperti semut yang sedang mengerubungi gula bertebaran. Bahkan beberapa masyarakat rela melewati garis batas atau naik di kaki pagar hanya untuk memotret sang model.

Sungguh fenomenal Solo Batik Carnival ini, so nantikan SBC yang ke 8 di tahun depan yaaa sobat event!

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...