Wednesday, September 16, 2026
HomeMusikFey Ehsan Tampilkan Teknik Gitar Nan Aduhai

Fey Ehsan Tampilkan Teknik Gitar Nan Aduhai

Published on

- Advertisement -spot_img

FEY EHSAN TAMPILKAN TEKNIK GITAR NAN ADUHAI

Udah pernah nonton film August Rush? Itu lho film tentang anak laki-laki yang jago main gitar. Uniknya, si tokoh yang bernama Evan Taylor ini, teknik main gitarnya beda dengan gitaris kebanyakan. Senarnya tidak ia genjreng, melainkan dipukul dan dipijit. Udah kebanyang kan seperti apa permainannya?

Nah, di artikel ini Soloevent nggak akan membahas si Evan Taylor alias August Rush. Tapi, Soloevent bakal nyeritain tentang seorang musisi yang teknik permainan gitarnya sebelas-duabelas sama Evan. Dia adalah Fey Ehsan. Buat yang seneng nonton Indonesia Mencari Bakat (IMB), pastinya nggak asing dengan nama itu. Yap, dia adalah salah satu finalisnya.

Rabu (8/4/2015), pria kelahiran 12 Januari 1984 itu manggung di acara Urban Art Festival yang digelar di The Park Mall Solo Baru. Fey tampil sekitar jam 20.00 WIB. Saat di panggung, finalis IMB 3 ini langsung menggebrak dengan permainan uniknya.

Lagu-lagu pop yang biasa didengar, seperti “Payphone”, “Could It Be Love”, “Just Give Me a Reason”, ia bawakan secara instrumental. Walaupun Fey hanya bermodalkan satu gitar akustik, tapi berkat skill-nya yang aduhai, dia dapat menambahkan nuansa kick drum maupun scratching ala-ala disc jokey.

Hampir sama kayak tokoh August Rush, pria yang mengaku mengidolakan gitaris virtuoso flamenco Paco de Lucia ini, tidak membopong gitarnya. Dia hanya meletakkannya di atas guitar case. Cara permainan gitarnya pun hampir mirip. Oh, satu hal, teknik yang dimainkannya, ia namai dengan “wirang drumming”.

“Dulunya teknik ini banyak diragukan. Ketika pertama kali dirumuskan, banyak orang yang menertawakan. Waktu saya main band, saya dibuang oleh mereka. Saya akhirnya mencoba solusi terbaik dengan membuat teori baru. Maka munculah teknik baru yang saya mainkan ini. Mungkin terasa aneh,” tuturnya di tengah pergantian lagu.

Penampilannya malam itu, ia tutup dengan mengajak vokalis band Starfive, Vivian, untuk berkolaborasi menyanyikan “Granade”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...