Tuesday, September 15, 2026
HomeBisnisPasangan Bapak-Anak Juarai Wooden Art Painting Rown Division

Pasangan Bapak-Anak Juarai Wooden Art Painting Rown Division

Published on

- Advertisement -spot_img

WOODEN-ART-PAINTING-ROWN-DIVISION_

Sebuah papan yang berkisar di ukuran 3×5 meter tampak berdiri di depan pintu masuk Gelanggang Olahraga (GOR) Manahan, Solo. Dalam sekat-sekat di papan itu, terdapat 30-an karya lukis yang bemediakan papan kayu palet ukuran 40×60 cm. Kebanyakan dari kreasi tangan yang bertemakan food and beverage tersebut, dituangkan oleh para perupa dengan warna-warna cerah.

Beberapa perupa nyaman berada dalam zona realis, tapi juga tak sedikit pula yang memilih konsep imajinatif dalam menuangkan guratan tanggannya. Satu di antaranya yakni sebuah karya yang menceritakan kisah cinta abadi. Dalam kreasinya, si perupa melukiskan sisi romantisme “segelas berdua” antara seorang figur wanita dan kekasihnya yang berwujud tengkorak.

Ya, karya-karya tersebut merupakan hasil kompetisi Wooden Art Painting yang diadakan oleh Rown Division, Jumat (5/12/2014). Ajang yang baru pertama kali diadakan di Kota Bengawan ini, diikuti oleh berbagai kalangan, baik masyarakat umum, seniman, maupun mahasiswa.

Owner Rown Division, Kusdarmawan Aryo Baskoro, menuturkan bahwa kompetisi ini merupakan tempat eksplorasi baru sekaligus edukasi bagi para pecinta seni rupa, bahwa ada media lain selain kanvas dan kertas, yang layak untuk digaungkan. “Ajang ini kami harap dapat mewadahi ide-ide kreatif anak muda Solo, yang tentunya dapat dijadikan sarana untuk memajukan kota ini,” ungkapnya kepada wartawan.

Salah seorang peserta, Ghofur Setyawan, menganggap kompetisi ini sebagai tantangan baru. “Lomba ini sesuai dengan idealisme saya. Biasanya melukis itu di kanvas atau kertas. Ini kok aneh. Itu yang melatarbelakangi saya ikut dalam acara ini,” katanya.

Pria yang kerap membuat properti panggung ini menyelesaikan karyanya selama tiga jam. “Nggak sulit. Tinggal bagaimana tekniknya,” jelasnya. Bahkan dalam ajang ini, Ghofur turut mengajak putranya yang berusia 7 tahun, Musa Alif Setyawan, untuk ikut berlomba. Dalam pengumuman pemenang yang dilangsungkan Jumat malam, pasangan bapak-anak tersebut berhasil menyabet Juara I dan Juara Termuda.

Menurut keterangan Juri Wooden Art Painting, Salim Ahmadi, penilaian dilakukan dari tiga hal: originalitas, kesatuan konsep, dan kombinasi warna. “Di luar dugaan kami, yang tampil di sini sangat maksimal,” bebernya.

Ajang ini menjadi pelengkap event bertajuk Histeriax yang diadakan oleh Rown Division. Selain Wooden Art Painting, dihelat pula BMX Competition. Konser Rockheart Tour dari Alone At Last dan Rocket Rockers, didapuk menjadi pemuncak acara.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pertama di Solo! Intip Keseruan HYROX di Hybrid Race & Rave 2026

Soloevent.id - Event olahraga Hybrid Race & Rave 2026 yang diinisiasi oleh Grand Onyx...