Monday, February 2, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaHujan Tak Halangi Festival Payung Indonesia 2014

Hujan Tak Halangi Festival Payung Indonesia 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

festival payung-post__

Jumat (28/11/2014) sore itu, mendung tampak menggelayuti langit Taman Balekambang Solo. Seakan tak menghiraukan kelamnya angkasa, banyak orang asyik berfoto ria di bawah instalasi payung yang dipasang di sekitaran lokasi taman peninggalan KGPAA Mangkunegara VII itu. Ya, warna-warni seni instalasi tersebut menjadi primadona dalam ajang Festival Payung Indonesia 2014.

Namun kehendak alam tidak bisa dibendung. Hujan turun membasahi hutan kota tersebut. Ribuan orang yang hadir untuk menyaksikan prosesi pembukaan perhelatan yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini, terpaksa berteduh di beberapa stan yang ada di area festival. Pembukaan acara yang sedianya digulirkan pada pukul 15.00 WIB harus diundur.

Selang satu jam, intensitas hujan telah berkurang. Rintik airnya menyambut kedatangan jajaran Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Solo, yang juga telah lama dinanti. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, turut hadir dalam rombongan. Penampilan Reog Nirboyo dari Gunungkidul menjadi awalan pembukaan Festival Payung Indonesia 2014.

Penyanyi keroncong, Endah Laras, menjadi penampil berikutnya. Jika biasanya ia tampil solo, di kesempatan itu Endah mengajak serta Dimas Santo untuk mengisi instrumen keyboard. “Payung Nusantara” yang menceritakan tentang payung sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia, dipilih sebagai lagu pembuka. “Lagu ini sengaja saya ciptakan untuk Festival Payung Indonesia,” tuturnya di atas panggung. Di lagu kedua, 20-an model dari Komunitas Red Batik tampil berlenggak-lenggok mengikuti irama tembang “Payung Fantasi” ciptaan Ismail Marzuki.

Dalam sambutannya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan bahwa filosofi payung begitu tinggi. “Payung tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Dari lahir sampai mati, kita akan menggunakan payung,” tuturnya. Rudy menambahkan, payung yang merupakan akronim dari bapa lan biyung (bapak dan ibu) – disimbolkan oleh Rudy sebagai pemerintah – akan memayungi dan memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Sementara Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menuturkan bahwa industri kerajinan payung merupakan bentuk ekonomi kreatif yang harus dapat diperjuangkan. Ke depannya, agar kreativitas tersebut dapat terus hidup, maka pemerintah harus mendaftarkannya ke dalam HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). “Jika nilai ekonomi industri tersebut dapat berkembang, maka itu dapat menarik kunjungan wisatawan ke Indonesia, terutama Solo,” katanya.

Festival Payung Indonesia 2014 sendiri akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (28-30/11/2014) di Taman Balekambang, Solo. Banyak agenda yang dihelat, dan kesemuanya akan mengeksplorasi payung.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...