Sunday, September 13, 2026
HomeMusikLagu All Of Me John Legend Di Obrak-Abrik Pecas Ndahe

Lagu All Of Me John Legend Di Obrak-Abrik Pecas Ndahe

Published on

- Advertisement -spot_img

diobrakabrik pecas ndahe-post__

“Lungguh! Lungguh! Pada-pada mbayare, woy!” Kalimat itu sering terdengar di antara lautan manusia yang memadati Pendhapa Ageng Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Rabu (15/10/2014) malam. Hawa panas seiring berjubelnya penonton, memaksa mereka untuk bermandikan peluh. Teriakan-teriakan seperti di awal kalimat kembali menyeruak, tatkala penonton di baris depan tak mengindahkannya.

Namun, tensi tinggi itu berubah menjadi tawa, ketika dua layar di kanan-kiri panggung menampilkan sosok berkacamata, berjas, dan berpeci, yang sedang berorasi. “Kehadiran Saudara merupakan dukungan kepada saya untuk menjadi calon presiden. Ini merupakan cita-cita saya sejak kecil, dan cita-cita bapak saya juga,” ujarnya disambut gelak tawa.

Ya, video tersebut hanyalah parodi yang dibawakan oleh mendiang Pakdhe Emil bersama Pecas Ndahe-nya, dalam peringatan ulangtahun band humor itu, 2004 lalu. Memoar tersebut kembali diputar dalam perayaan HUT ke-21 grup asal Solo itu,

Celotehan dan aksi kocak para personil, membuat Ndaser (sebutan fans Pecas Ndahe) ger-geran. “Kita panggilkan bintang tamu dari LA,” ujar Doel Sumbing. Seketika itu penonton bergemuruh, melihat Max Baihaqi yang masuk dengan mengenakan kaos singlet dan celana kolor panjang.

Dengan percaya diri, ia menyanyikan “We Are the Champion”. Saat masih asyik menyanyikannya, nada sedikit berganti dengan tambahan lirik “Anoman Obong” dan “Aku Ra Popo”. Ciri khas dari grup yang berdiri pada 5 September 1993 itu, sontak memancing tawa. Apalagi saat Doel Sumbing menggelontorkan jokes  berbahasa Jawa yang tanpa “tedeng aling-aling”.

“Kenakalan” Pecas Ndahe terus berlanjut. Lagu “All of Me” tak ketinggalan diobrak-abrik. Lagu yang dipopulerkan oleh John Legend itu, di-medley dengan lagu “Iki Wek e Sapa”. Lirik pun diubah: “Irung mekrok, gone sapa, dek? Irung mekrok ya duwekku. Lambe ndomble, gone sapa, dek? Lambe ndomble ya duwekku. Sikil mlethek, gone sapa, dek? Sikil mlethek ya duwekku.”

Perhelatan bertema “Tak Ada Pantat yang Tak Retak” itu, mencapai puncak ketika Dodit Mulyanto naik panggung. Kemunculannya saat Pecas Ndahe memainkan “You Raise Me Up”, disambut sorak-sorai seribuan massa yang hadir.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...