Tuesday, September 22, 2026
HomeFilmFilm Pengabdi Setan: Joko Anwar Enggak Sembarangan Piliih Pemain

Film Pengabdi Setan: Joko Anwar Enggak Sembarangan Piliih Pemain

Published on

- Advertisement -spot_img

PENGABDI-SETAN-666

 

Soloevent.id – Sudah merasakan dihantui sama Ibu? Kalau belum, kamu bisa mencoba sensasinya dengan menonton Pengabdi Setan di bioskop-bioskop terdekat. FYI, sampai Jumat (6/10/2017), film yang disutradarai Joko Anwar ini masih diputar di bioskop-bioskop Kota Solo.

 

Sosok Ibu bisa dibilang jadi ikonnya Pengabdi Setan. Tokoh tersebut diperankan oleh Ayu Laksmi, seorang seniman serbabisa asal Bali. Apabila kamu sudah menonton, pasti bakal terngiang-ngiang bel yang dibunyikannya dan juga foto dirinya di sudut rumah.

 

Selain Ibu, ada Nenek yang juga meneror penonton. Salah satu maestro tari di Indonesia, Elly D. Luthan, ditunjuk Joko sebagai pemerannya.

 

Joko Anwar ternyata enggak sembarangan memilih keduanya. Ditemui saat roadshow Pengabdi Setan di Solo Square pada minggu lalu, latar belakang Ayu Laksmi dan Elly D. Luthan sebagai seniman menjadi alasan Joko mengajak mereka dalam proyek ini.

 

“Mereka yang memerankan karakter hantu adalah seniman. Jadi gerakannya enggak asal. Mereka menggabungkan antara teknis dan estetika,” terang Joko Anwar.

 

Horornya Pengabdi Setan ditunjang juga oleh pemeran-pemeran lain, sebut saja Tara Basro, Bront Palarae, Endy Arfian, Dimas Aditya, dan lain-lain. Jangan lupakan juga dua artis cilik, Nasar Annuz dan M. Adhiyat, yang bermain sebagai Bondi dan Ian. Keduanya bakal bikin satu studio tertawa.

 

Enggak hanya atmosfer horor yang ditonjolkan Joko Anwar di film Pengabdi Setan, melainkan juga kekuatan tokoh-tokoh dan sentuhan orang-orang di balik layarnya. Joko menganggap kesemua itu adalah pembeda dari film-film horor lain yang lagi banyak dibikin di Indonesia.

 

“Kru dan pemain kami lebih baik. Kokinya adalah orang-orang yang terbaik di bidangnya. Pemainnya juga udah enggak diragukan lagi,” ujar Joko.

 

Dengan racikan sedemikian rupa, sineas yang memenangi kategori “Penyutradaraan Terbaik” pada Festival Film Indonesia 2015 itu kepingin agar martabat film horor Indonesia naik serta penonton bisa mendapatkan film horor yang berkualitas dan berkelas.

 

 

Teks & foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...