Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaWarga Berebut Gunungan Sekaten, Tradisi Kepercayaan Ngalap Berkah

Warga Berebut Gunungan Sekaten, Tradisi Kepercayaan Ngalap Berkah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Gunungan Sekaten atau yang di kenal dengan sebutan Grebeg Mulud, merupakan puncak perayaan tradisi adat Sekaten yang di selenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sama seperti tahun sebelumnya, ada empat gunungan utama yang dikirab dari Halaman Kori Kamandungan Keraton Surakarta Hadiningrat menuju ke Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta.

Dua gunungan tersebut dibawa ke Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta dan didoakan. Setelah itu, warga langsung berebut sepasang gunungan. Sementara dua gunungan lainnya diusung kembali ke Keraton Solo untuk dibagikan kepada para abdi dalem.

 

Dua gunungan tersebut yaitu jaler dan estri. Gunungan jaler (laki-laki) berisi bahan makanan mentah seperti sayur mayur, palawija dan ketela. Sementara gunungan estri (perempuan) terdiri dari makanan matang.

Bukan sekadar tanpa makna dua gunungan ini. Gunungan jaler menyimbolkan laki-laki yang memiliki tugas mencari tanggung jawab mencari nafkah. Sementara gunungan estri melambangkan tugas istri mengolah makanan menjadi siap saji.

Salah satu warga bernama Wawan asal Boyolali berhasil mendapatkan isi salah satu gunungan. Ia mendapatkan seperti rengginang warna-warni. “Tadi pada rebutan disana, saya maju dan saya tarik satu. Ini mau saya bawa pulang biar dapat berkah sekeluarga,” ujarnya kepada soloevent, Kamis (28/9/2023).

Setiap tahun ia selalu datang dan ikut berebut gunungan tersebut, menurutnya ini sebuah kepercayaan turun temurun dari keluarga. “Ini memang kepercayaan masing-masing. Sejak dulu bapak saya yang selalu ikut berebut gunungan ini. Sekarang saya yang kesini untuk dapat berkah gunungan sekaten,” ungkapnya.

Bagi sebagian warga, perayaan Gunungan Sekaten menjadi momen yang paling dinanti setiap tahunnya. Salah satu keturunan abdi dalem asal Tulungagung yang juga mengikuti kirab mengatakan, “Gunungan Sekaten atau Grebeg Mulud menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tradisi budaya Jawa. Ini kan ada sejarah panjangnya yaitu memperingati Maulid Nabi oleh masyarakat Jawa jaman dulu,” katanya usai acara di Halaman Masjid Ageng Keraton Surakarta.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...