Friday, October 23, 2026
HomeMusikKonser Tunggal Didi Kempot: Tak Sekadar Ambyar

Konser Tunggal Didi Kempot: Tak Sekadar Ambyar

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Legenda campursari, Didi Kempot, yang kini dijuluki The Godfather of Brokenheart, kembali mencabik-cabik perasaan para Sobat Ambyar (sebutan penggemarnya) dengan lagu-lagu nelangsa.

Digelar di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (19/9/2019), pertunjukan musik bertajuk Konser Ambyar ini dibuka dengan “Sewu Kutho”. Tembang-tembang penuh nestapa khas Didi Kempot sukses membuat Sobat Ambyar bernyanyi dengan  penuh penjiwaan.

Ada 13 lagu yang dibawakan, antara lain “Cidro”, “Stasiun Balapan”, “Tanjung Mas Ninggal Janji”, “Pantai Klayar”, termasuk lagu paling anyar, “Ambyar”. “Walau sakit hati, tetap dijogeti,” cletuk Didi soal lagu-lagu gundah-gulananya.

Sing along terjadi di banyak lagu. Penyanyi bernama asli Didi Prasetyo ini merasa gembira karena karya-karyanya didendangkan oleh anak-anak muda. “Sekarang anak-anak muda enggak malu nyanyi bahasa daerah, salut sekali!” ungkapnya.

Selain Didi, yang tak kalah dielu-elukan oleh penggemar (terutama Sadgerls, sebutan bagi Sobat Ambyar perempuan) adalah Dorry Harsa. Pemain ketipung yang telah mendampingi Didi Kempot sejak SMA itu banyak dibilang ganteng oleh Sadgerls.

“Bapak Dorry adalah pemain ketipung saya. Dorry main dengan saya sejak SMA kelas 1 sampai sekarang S-1. Dia juga akan saya ajak tur ke Belanda dan Suriname. Doakan,” kata Didi. Malam itu, Dorry tak cuma main ketipung, tetapi juga ikut menyanyi. Bersama Didi Kempot, Dorry membawakan “Kangen Nickerie”.



Konser tunggal ini ternyata dihadiri oleh Sujiatmi Notomiharjo. Saat ditanyai Didi mau request lagu apa, ibunda Presiden Republik Indonesia Joko Widodo itu meminta “Suket Teki”. Didi dan band langsung memainkannya. Konser Ambyar ditutup dengan hits “Pamer Bojo” yang diikuti nyala flashlight para Sobat Ambyar.

Ketua Penyelenggara Konser Ambyar dari Rumah Blogger Indonesia (RBI) Blontak Poer menjelaskan acara ini bukan sekadar untuk senang-senang belaka, tetapi juga sebagai sarana literasi Bahasa Jawa yang mulai hilang di kalangan muda, khususnya di Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...