Friday, July 24, 2026
HomeSeni dan BudayaMalam Itu, Kursi-Kursi Kosong GWO Sriwedari Terisi Penuh

Malam Itu, Kursi-Kursi Kosong GWO Sriwedari Terisi Penuh

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Tidak terasa Wayang Orang Sriwedari telah berusia 109 tahun. Sabtu (20/7/2019), Keluarga Besar Wayang Orang (WO) Sriwedari bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta menggelar pementasan untuk merayakan hari jadi WO Sriwedari.

Pertunjukan kali ini mengangkat tema “Untaian Kisah Menembus Kasih” dengan lakon “Mahabharata Adibrata” yang mengisahkan tentang perjalanan Pandawa sejak mendirikan kerajaan Amarta (Indraprasta).

Lakon “Mahabharata Adibrata” mempunyai makna dan filosofi tentang sebuah kemenangan tidak bisa diukur dengan kekuatan, melainkan kemenangan itu manakala kita bisa merasakan dan menerima dengan hati tulus dan ikhlas. Mahabarata membicarakan tentang epos perang antara Pandawa dan Kurawa, sedangkan Adibrata adalah kata-kata yang diambil dari bahasa Kawi yang mempunyai arti perbuatan  baik. Pagelaran kali ini mengangkat cerita Mahabarata dari India yang dikembangkan dengan filosofi Jawa.

Banyak pesan yang ingin disampaikan kepada penonton, salah satunya kemengan Pandawa terhadap Kurawa yang menyisakan kesedihan Puntadewa karena harus kehilangan saudara. Ia bertekad tidak akan ada lagi peperangan di dunia ini.



Acara dibuka oleh Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dengan memotong tumpeng yang diberikan kepada pemain Wayang Orang Sriwedari. Dalam sambutannya, Rudy berharap agar event ini dapat memasyaratkan kembali seni dan budaya, khususnya wayang orang. “Pagelaran Wayang Orang Sriwedari juga sudah diikuti beberapa kelurahan di Solo, seperti Kelurahan Penumping dan Kelurahan Pucang Sawit. Karena ini menjadi salah satu dukungan menuju Solo Kota Kreatif Seni Pertunjukan Tingkat Dunia,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-109 kali ini disambut suka cita masyarakat. Jika biasanya banyak kursi kosong, malam itu Gedung WO Sriwedari dipenuhi oleh penonton. Kursi di dalam dan balkon atas penuh.

Banyak juga warga yang tidak kebagian kursi. Mereka akhirnya nonton dari layar yang disediakan panitia di luar Gedung WO Sriwedari.

Tak hanya bisa nonton pementasan, penonton juga bisa melihat-lihat pameran foto pertunjukan WO Sriwedari dari masa ke masa. Selain itu, disediakan photobooth yang dihiasi tokoh WO Sriwedari.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...