Monday, October 26, 2026
HomeLainnya5 Mainan Tradisional Khas Sekaten Ini Masih Eksis Sampai Sekarang

5 Mainan Tradisional Khas Sekaten Ini Masih Eksis Sampai Sekarang

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Selain wahana permainan dan kuliner, satu lagi yang khas dari Sekaten adalah mainan tradisional. Walaupun ada banyak mainan yang lebih modern, tetapi sampai sekarang mainan tradisional khas Sekaten itu masih bisa dijumpai, lo.

Apa saja, sih, mainan-mainan itu? Berikut lima di antaranya.

Kapal Othok-othok

Kamu pastinya sudah kenal dengan mainan tradisional khas Sekaten ini, dong? Kapal-kapal berbentuk mini ini bisa bergerak karena menggunakan bahan bakar dari minyak sayur. Ketika sumbu kapal dinyalakan, kapal dapat bergerak.

Nah, saat beregerak, kapal bakal mengeluarkan bunyi othok-othok, makanya kapal ini disebut kapal othok-othok. Kapal othok-othok kecil dijual seharga Rp15 ribu, sedangkan yang besar dijual Rp30 ribu.

Pasaran

Mainan tradisional ini menyerupai alat masak, seperti kompor, wajan, piring, sendok, panci, gelas, dan lain-lain. Tentunya dalam ukuran mini.

Ada dua jenis mainan pasaran, yaitu plastik dan gerabah. Satu paket alat masak pasaran seharga 25 ribu Rupiah.



Celengan gerabah

Celengan gerabah merupakan wadah untuk menabung. Celengan ini mempunyai banyak bentuk dan ukuran. Ada yang berbentuk hewan, seperti macan, sapi, kelinci; dan ada juga yang berbentuk tokoh, misalnya Spongebob, Spiderman, atau Marsha and the Bear.

Celengan gerabah dibikin dari tanah liat. Kamu bisa mendapatkan celengan ini mulai dari Rp25 ribu-Rp70 ribu tergantung ukuran.

Kodok-kodokan

Kenapa disebut kodok-kodokan? Ya karena mainan ini bentuknya mirip kodok. Cara menggunkan mainan ini dengan menarik dan memencet pir yang ada dibagian bawah. Nantinya, mainan tersebut akan mengeluarkan bunyi seperti kodok. Harganya murah hanya 5 ribu saja.

Pecut

Pecut atau disebut juga cambuk dibuat dari rotan atau ranting yang tebal. Penjual pecut biasanya juga menjual jaranan dan topeng. Harga pecut Rp20 ribu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo Documentary Film Festival 2026, Hadirkan Ruang Perayaan Bagi Pembuat Film Dokumenter

Soloevent.id - Solo Documentary Festival kembali digelar pada Jumat-Minggu (23-25/10/2026) di Hook Omah Sinten...

Nusantara Berwastra! Malam Penobatan Duta Budaya Indonesia 2026 di Balekambang Solo

Soloevent.id - Budaya adalah warisan sebuah bangsa tanpa budaya sebuah bangsa tak akan memiliki...

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

More like this

Bukan Cuma Muaythai! Ada Grappling & MMA di Kejurprov Jateng 2026 Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Jawa Tengah 2026 digelar pada Sabtu-Minggu (25-26/7/2026) di...

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...