Thursday, May 28, 2026
HomeSeni dan BudayaMeriahkan Hari Tari Dunia, 3 Perempuan Ini Akan Menari Satu Hari Penuh

Meriahkan Hari Tari Dunia, 3 Perempuan Ini Akan Menari Satu Hari Penuh

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Setiap 29 April, masyarakat internasional merayakan World Dance Day atau Hari Tari Dunia. Kota Solo turut ambil bagian dalam kemeriahan ini. Salah satu acara yang rutin digelar untuk memperingati Hari Tari Dunia adalah Solo 24 Jam Menari.

Event yang dipusatkan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta itu sudah dihelat sejak 11 tahun lalu. Seperti tajuknya, acara ini diselenggarakan 24 jam nonstop. Di samping itu, acara ini juga punya ciri khas lain yaitu adanya penari 24 jam. Iya, mereka bakalan menari selama satu hari penuh.

Tahun ini ada yang berbeda dari Solo 24 Jam Menari. Jika tahun-tahun lalu penari 24 jam merupakan laki-laki, kali ini saatnya perempuan unjuk gigi. Ada tiga penari wanita yang akan berlaga.



Yang pertama adalah Wirastuti “Tutut” Susilaningtyas. Seniman kelahiran Solo, 20 Mei 1983 ini mulai berkenalan dengan tari lewat sanggar tari Soerya Soemirat pada usia 9 tahun. Ilmu tarinya kemudian diperdalam di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta – kini disebut ISI Surakarta. Di tempat yang sama pula, dia menyelesaikan pendidikan S-2.

Karir tari Tutut semakin moncer saat ia bergabung dengan Solo Dance Studio yang diarsiteki Eko Supriyanto alias Eko Pece. Berkat semangatnya menekuni olah tubuh dan vokal, menjadi gerbang bagi Tutut untuk bekerjasama dengan sutradara, koreografer, maupun komposer nasional/internasional, sebut saja Garin Nugroho, Suprapto Suryodarmo, Grey Filastine, dan lain-lain.

Selanjutnya adalah Agatha Irena Praditya. Pada 2017 lalu, perempuan yang lahir di Yogyakarta, 14 Agustus 1995 ini meraih penghargaan “Penata Tari Terbaik” pada Festival Sendratari Yogyakarta.

Alumnus ISI Yogyakarta ini pernah tampil di banyak acara seni, seperti Dieng Culture Festival, Malioboro Night Festival, Jogja International Street Performance, dan lain-lain.

Penari 24 jam yang ketiga adalah Sri Anjani Safitri. Dibanding dua nama sebelumnya, penari kelahiran Bogor, 22 Juni 1997 ini adalah yang termuda. Saat ini Anjani sedang berkuliah di Jurusan Seni Tari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Sejak 2015, ia berlabuh di komunitas Wajiwa Bandung Dance Theatre. Tak cuma sebagai penari, Anjani juga menjadi pelatih di Rumah Kreatif Wajiwa.

Tiga penari 24 jam itu bakal bergabung dengan lebih dari 157 kelompok dan 3.000 penari untuk memeriahkan Solo 24 Jam Menari. Acara ini dimulai pada 29 April jam 06.00 WIB dan ditutup pada 30 April di waktu yang sama.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...