Tuesday, June 23, 2026
HomeSeni dan BudayaUpacara Umbul Donga Sriwedari: Menjaga Ruh Tempat Bersejarah

Upacara Umbul Donga Sriwedari: Menjaga Ruh Tempat Bersejarah

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebagai bentuk keprihatinan atas dampak perubahan di Kota Solo, sebuah acara bertajuk Upacara Umbul Donga Sriwedari akan digelar pada Sabtu (31/3/2018). Kegiatan ini bakal diisi pementasan seni tari, pertunjukan musik, dan umbul donga.

Seniman-seniman yang terlibat antara lain Suprapto Suryodharmo, Endah Laras, Sanggar Metta Budaya, Gondrong Gunarto, Queen Kusuma, dan banyak lagi. Para pegiat kebudayaan dari luar kota yang peduli terhadap tempat-tempat bersejarah juga akan hadir di sini.

Upacara Umbul Donga Sriwedari diselenggarakan di Joglo Sriwedari. Kenapa memilih Sriwedari? “Taman Sriwedari merupakan simbol adanya kebersamaan. Tempat ini dibangun oleh Paku Buwono X sebagai ruang bersama, sebagai taman kota yang dimiliki oleh seluruh warga.” terang panitia dalam rilis yang diterima Soloevent.

Menurut mereka Taman Sriwedari punya semangat keterbukaan dan kebersamaan. Dua itulah yang dibutuhkan Solo pada masa depan.

Namun, karena semakin berkembangnya zaman, Kota Solo yang memiliki sejarah panjang dan keragaman budaya harus berhadapan dengan itu. Itu belum ditambah dengan perubahan sosial-politik dan dominasi pihak-pihak berkepentingan besar. Taman Sriwedari adalah contoh tempat yang mulai tergerus oleh itu.

“Era Sriwedari sebagai ruang terbuka perlahan hilang sejak tahun 1980-an. Sejak itu, beberapa bagian dari Sriwedari menjadi ruang-ruang komersial. Padahal seperti sengkalan di Sriwedari yang berbunyi ‘luwih katon esthining wong’, sudah seharusnya Sriwedari menjadi taman kota yang dimiliki publik,” tulis panitia.

Lewat acara ini panitia berharap ruang-ruang bersejarah sekaligus ruang-ruang tempat pertemuan warga, Sriwedari misalnya, harus dijaga dan tidak diubah untuk kepentingan di luar tujuan awal dari berdirinya ruang-ruang tersebut.

Upacara Umbul Donga Sriwedari adalah sebuah kejadian yang bersifat partisipatif yang dimaksudkan sebagai penanda sekaligus upaya menumbuhkan  sebuah kesadaran bersama di tengah masyarakat –bukan hanya masyarakat Surakarta, tetapi juga masyarakat Indonesia – akan pentingnya menjaga tempat-tempat bersejarah sebagai jalan untuk mengenal akar budayanya sendiri,” terang mereka.

Sebagai ruang publik, Sriwedari menampilkan berbagai hiburan, seperti ketoprak, wayang orang, pementasan wayang kulit, pemutaran film, dan dalam beberapa tahun terakhir ada pertunjukan musik keroncong setiap hari Jumat dan Minggu.



- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

I Love Emas Resmi Hadir di Solo Paragon Mall, Tawarkan Kemudahan Proses Menjual Emas

Soloevent.id - PT Muara Logam Indonesia (I Love Emas), perusahaan yang bergerak di bidang...

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...