Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaAyushita Dan Rangga Moela Jadi Ikon Indonesia Menari 2017 Di Solo

Ayushita Dan Rangga Moela Jadi Ikon Indonesia Menari 2017 Di Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

INDONESIA-MENARI-2017-01

 

Solevent.id – Memasuki penyelenggaraan keenam, event tahunan Indonesia Menari  bakal lebih spesial karena tujuh selebriti ditunjuk menjadi ikon Indonesia Menari 2017, yang akan diselenggarakan bersamaan di tiga kota, yaitu Jakarta, Solo, dan Bandung. Kegiatan menari massal ini dilaksanakan pada Minggu, 19 November, jam 13.00 WIB.

 

Tujuh artis itu adalah Ayushita, Citra Kirana, Yuki Kato, Morgan Oey, Marcell Darwin, Fero Walandouw, dan Rangga Moela. Mereka dipercaya menjadi ikon karena masih muda dan concern terhadap seni budaya.

 

Untuk Solo yang menjadi ikonnya adalah Ayushita dan Rangga Moela.

 

Ayushita yang selama ini lebih dikenal sebagai pemain film rupanya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni daerah, seperti menari tradisional dan menyanyi. Bahkan, saat kecil, aktris berusia 28 tahun ini pernah menjadi penyanyi gambang kromong, sebuah orkes musik Betawi yang memadukan gamelan dan alat musik khas Tiongkok.

 

Rangga Moela sendiri dikenal luas sebagai jebolan boyband SM*SH, yang tentu bisa nge-dance dan menyanyi. Namun, tidak hanya dance modern, Rangga juga memberi perhatian terhadap tari daerah. Hal tersebut ia tunjukkan dengan mengadakan kampanye untuk anak-anak muda agar mencintai dan tetap melestarikan budaya.

 

Nantinya Rangga bersama Ayushita bakalan menari massal dengan 1.500 peserta Indonesia Menari 2017 di Solo. Mereka akan menarikan bersama koreografi berdurasi empat menit yang menggabungkan beberapa gerak tari tradisional Nusantara dan tari modern.

 

Indonesia Menari digelar oleh Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan tari tradisional Indonesia kepada generasi muda secara mudah dan mengasyikkan. “Kami harap melalui Indonesia Menari 2017 semakin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang memiliki keinginan untuk mempelajari tarian tradisional Indonesia dan bangga akan seni budaya bangsa,” tutur Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.

 

 

Penulis: Yasinta Rahmawati

Foto: istimewa (Indonesia Menari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...