Thursday, October 22, 2026
HomeMusikFakta tentang Tulus: Ternyata Pernah Di-bully Semasa Kecil

Fakta tentang Tulus: Ternyata Pernah Di-bully Semasa Kecil

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Siapa yang tidak kenal dengan Tulus? Solois pria yang lagi nge-hits ini telah mencuri hati penggemarnya lewat musik yang puitis dan sarat makna. Di balik karya-karyanya, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, ini memiliki banyak cerita menarik dalam hidupnya. Simak ulasannya berikut.

Masa Kecil yang Kurang Menyenangkan

Di balik kesuksesannya yang gilang gemilang sekarang ini, ternyata seorang Tulus pernah jadi korban bully. Saat duduk di bangku sekolah ia sering dijuluki gajah karena badannya yang besar. Namun, hal ini tidak menghambat dirinya dalam berkarya. Lewat lagu dan album Gajah, Tulus seolah curhat tentang kehidupannya. Album yang rilis tahun 2014 ini semakin mendongkrak popularitasnya sebagai penyanyi di jagad musik Indonesia.

“Kau temanku kau doakan aku

Punya akal cerdas aku harus tangguh

Bila jatuh gajah lain membantu

Tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku”

Selamatkan Gajah Sumatera Bareng Kampanye #TemanGajah

Selain menjadi penyanyi, Tulus ternyata juga punya kepedulian terhadap lingkungan, lo. Ia ikut ambil bagian untuk menyelamatkan gajah melalui gerakan #TemanGajah. Kampanye “Selamatkan Gajah Sumatera” kembali ia gelar untuk menyelamatkan kelangsungan hidup gajah-gajah Sumatera yang terancam perburuan liar. #TemanGajah yang dimulai pada 20 Oktober 2017 merupakan lanjutan dari kampanye #JanganBunuhGajah yang pernah digelar di tahun sebelumnya. Kampanye ini memiliki target dana Rp2 miliar yang bakal disalurkan untuk membeli satelit GPS supaya memudahkan pengawasan terhadap gajah-gajah di Sumatera.

Seorang Penulis

Saat diinterview oleh Bazaar, Tulus mengaku dirinya gemar bercerita serta berbagi pengetahuan dan ilmu. Pelantun lagu “Sewindu” ini kerap melontarkan pemikiran dan ide-idenya lewat tulisan di Tumblr pribadinya, palawija.tumblr.com. Selalu merasa cukup adalah alasan pria bernama asli Muhammad Tulus ini menggunakan kata palawija sebagai nama alamat di situs tersebut. Begitupun dalam bermusik, saat aransemen musik bikinannya sudah mewakili lirik yang ingin dia ceritakan, menurutnya itu sudah cukup dan membiarkan lagu-lagunya mengisi hari orang lain.

 

Penulis: Christina Kusuma

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...