Wednesday, May 27, 2026
HomeSeni dan BudayaMenyusuri Kampung Kemlayan, Kampungnya Para Empu

Menyusuri Kampung Kemlayan, Kampungnya Para Empu

Published on

- Advertisement -spot_img

KAMPUNG KEMLAYAN 01

 

Soloevent.id – Selain terkenal dengan keraton dan makanan tradisionalnya, Kota Solo  juga punya beberapa kampung bersejarah yang dapat dijadikan destinasi wisata, salah satunya adalah Kampung Kemlayan.

 

Menyusuri gang-gang sempit di Kampung Kemlayan menjadi agenda pertama dalam acara Gelar Potensi Wisata Kampung Kota pada Sabtu,(2/9/2017). Pukul 09.30 WIB, puluhan peserta bersama komunitas Laku Lampah sudah berkumpul di depan Amarelo Hotel untuk bersiap blusukan. Tempat pertama yang didatangi adalah Ndalem Handoyoningrat atau Studio Sonosenisolo.

 

Pada tahun 1811 tempat tersebut pernah ditinggali selir Mangkunegara VII. Lalu pada tahun 1997 dibeli oleh  Sardono W. Kusumo, seorang seniman kondang dari Solo. Oleh Sardono Ndalem Handoyoningrat difungsikan sebagai tempat berkreasi, pementasan, dan pembelajaran Pascasarjana ISI.

 

KAMPUNG KEMLAYAN 03

 

Sesampainya di sana, rombongan disambut Tari Gunung Sari yang dibawakan Supriyadi Hastonugroho yang merupakan trah S. Ngaliman, maestro tari tradisi dari Kampung Kemlayan. Penonton juga disuguhi tari kontemporer oleh koreografer Danang Pamungkas, murid dari Sardono W. Kusumo.

 

Selesai pertunjukan tari, acara dilanjut dengan sharing sejarah oleh sejarawan Heri Priyatmoko yang membangkitkan nostalgia tentang Kampung Kemlayan. Menurutnya, Kemlayan merupakan kampung yang luar biasa karena di sinilah para empu tari, karawitan, pembuat gamelan dilahirkan, tinggal, dan berkembang.

 

“Kemlayan adalah satu-satunya kampung yang dihuni komunitas seniman priyayi.
Bila dicermati, Kemlayan dipenuhi seniman laki-laki, tidak ada seniman perempuan. Ini kontras dengan Mangkunegaran,” ujar Heri.

 

KAMPUNG KEMLAYAN 04

 

Selain Ndalem Handoyoningrat, peserta tur juga diajak mengeksplorasi Rumah Gan Kam, Rumah Abdul Fattah, Ndalem Roesradiwidjoyo, Sumur  Bandung, Sumur Kamulyan, dan berakhir di Ndalem Prodjoloekitan.

 

Tidak cuma di Kampung Kemlayan, Gelar Potensi Wisata Kampung Kota juga bakal mengeksplorasi Kampung Kepatihan pada Minggu, (3/9/2017). Kampung Kepatihan dipilih karena dulunya sempat menjadi salah satu pusat pemerintahan selain  kawasan Keraton Kasunanan Surakarta.

 

Malam puncaknya bakalan berlangsung di Benteng Vastenburg. Di situ ada pentas seni dari delapan kelurahan di Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bank Indonesia Solo Gelar ADIKARYA FEST 2026: Perkuat Sistem Digitalisasi dan UMKM di Solo Raya

Soloevent.id - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kembali menggelar acara ADIKARYA FEST 2026 pada...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

More like this

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...