Friday, July 17, 2026
HomeLainnyaMakanan Tradisional Ini Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Makanan Tradisional Ini Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Published on

- Advertisement -spot_img

ledre

Soloevent.id – Di kampung batik Laweyan sepuluh tahun terakhir ini terlihat banyak showroom batik dimana para sodagar batik memajang hasil karya seni batiknya. Selain itu di Jalan Sidoluhur juga terlihat ramai, pintu-pintu terbuka dan di sana batik-batik menyapa mata.

Tapi ada yang berbeda di jalan Sidoluhur, di salah satu sudut kira-kira tak jauh dari toko batik Sidoluhur, ada ledre gedhang atau ledre pisang yang ikut dipajang. Ledre Laweyan Ibu Sri Martini  menjual ledre Laweyan sudah sejak tahun 1984. Salah satu usaha melestarikan kuliner lawas.

Kalau yang lain melestarikan batik, Bu Martini justu melestarikan ledre pisang.  Selain di Setono Laweyan, Bu Martini membuka ledre pisangnya di jalan Samanhudi Sondakan. Tepatnya di perempatan Magkuyudan sedikit ke barat di selatan jalan.

Ledre Laweyan buka dari pagi hingga sore hari, ada beberapa pilihan ledre yang dijual ada ledre pisang, keju, coklat dan ada paduan pisang keju saja dan pisang cokelat, atau pisang keju cokelat.

Tentunya cokelat dan keju adalah sebagai tambahan saja, karena mengikuti budaya kuliner yang baru, karena ledre yang original adalah ledre pisang raja. Harganya pun murah sekitar Rp 3000 rupiah. Dan yang original hanya Rp 2500 saja.

Saat ini meski memang tak lagi banyak tapi ledre masih bisa dijumpai pada penjual makanan keliling atau rumah produksi makanan keleman (panganan tradisional basah). Dan bisa dipesan di koki-koki rumahan. Di kampung Karang Turi Pajang hanya sekitar 5 menit dari kampung batik Laweyan, di rumah ibu Tatik Sukat  juga memproduksi ledre dan bisa dipesan.

Cara membuat ledre terbilang sederhana. Terbuat dari kelapa muda diparut kemudian diberi gula dan garam, lalu dicampur dengan ketan putih yang telah dimasak dan di dalamnya diberi pisang raja yang telah dilembutkan atau dipenyet kasar kemudian dibakar dengan bentuk setengah lingkaran. Proses memasak dengan membakar akan menciptakan aroma khas yang terasa enak pada makanan. Ledre yang dimakan selagi hangat terasa lebih gurih dan nikmat, dan manisnya pisang raja terkesan legit seperti gulali.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....

More like this

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...