Wednesday, June 24, 2026
HomeLainnyaJenang Penuh Filosofi Ini Bisa Dicicipi Di Festival Jenang Solo 2017 (Bagian...

Jenang Penuh Filosofi Ini Bisa Dicicipi Di Festival Jenang Solo 2017 (Bagian 3)

Published on

- Advertisement -spot_img

jenang-katul

  • Jenang Lang

Jika biasanya jenang disajikan dengan santan, Jenang Lang justru disuguhkan dengan air kelapa dicampur gula pasir. Jenang Lang punya hakikat untuk selalu melihat sesuatu dengan dimensi luas, tapi tetap fokus dengan tujuannya.

  • Jenang Manggul

Cukup unik karena jenang ini dicampur dengan kecambah. Jenang Manggul berarti sebagai generasi penerus harus menjunjung kebaikan dan pengetahuan yang diwariskan leluhur.

  • Jenang Timbul

Jenang yang dihidangkan secara orisinal ini ditusuk-tusuk terlebih dahulu sebelum disajikan. Jenang ini mengingatkan manusia agar selalu berharap kepada Tuhan.

  • Jenang 4 Warni

Dari namanya pasti sudah bisa menebak bentuk jenang ini. Mirip seperti Jenang Koloh dan Jenang Kolep, Jenang 4 Warni ada juga hiasan di atasnya. Jenang ini terdiri dari warna putih, merah, kuning, dan hijau.

Putih menyimbolkan diri yang terbebas dari sifat-sifat tercela. Merah adalah amarah. Kuning melambangkan aluamah atau nafsu yang selalu menyesali perbuatannya, baik terpuji maupun tercela. Sedangkan hijau melambangkan nafsu duniawi.

  • Jenang Pati

Jika biasanya jenang dibuat menggunakan tepung beras, Jenang Pati dibuat dari tepung kanji yang dipadukan dengan ubi rebus. Jenang Pati melambangkan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta.

  • Jenang Ngangrah

Jenang ini dibuat dari beras ketan, sehingga punya tekstur yang lebih lengket. Karenadicampur dengan gula jawa, jenang ini punya warna merah. Ini merupakan perwujudan dari sifat amarah yang ada pada manusia. Amarah wajib dikendalikan.

  • Jenang Lemu

Biasanya dihidangkan dengan sambal goreng krecek dan kacang tholo. Jenang Lemu adalah perlambang dari semngat dalam menjalani hidup.

  • Jenang Katul

Sesuai namanya, jenang ini menggunakan katul sebagai bahannya. Jenang Katul mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa berdiri sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain.

Sumber foto: instagram.com/festivaljenang

 

 

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...