Monday, October 19, 2026
HomeSeni dan BudayaMempererat Keharmonisan Lewat Umbul Mantram

Mempererat Keharmonisan Lewat Umbul Mantram

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan atas keberkahan yang dilimpahkan, sekaligus untuk mendoakan kelancaran Grebeg Sudiro 2017, Kelurahan Sudiroprajan menggelar ritual Umbul Mantram, Kamis (19/1/2017) malam.

Prosesi ini didahului dengan kirab yang menempuh rute Buk Teko-Kampung Kepanjen-Jl. Ir. Juanda-Jl.. Urip Sumoharjo-Jl. R.E. Martadinata-kantor Kelurahan Sudiroprajan. Rombongan kirab melibatkan tokoh masyarakat setempat, pemangku wilayah Kelurahan Sudiroprajan, panitia Grebeg Sudiro 2017, Padepokan Keris Brojobuwono, pemuda/pemudi Kelurahan Sudiroprajan, dan PKK Sudiroprajan.

Kirab tersebut mengarak 17 pusaka yang terdiri dari tombak dan keris, salah satunya yakni tombak Kyai Ageng Sudiroprajan. Selain itu ada juga gunungan buah dan palawija, iwen-iwen (hewan unggas), dedaunan, nasi tumpeng, ingkung, dan lainnya. Benda-benda tersebut menyimbolkan unsur alam dan kehidupan manusia.

Sesampainya di kantor Kelurahan Sudiroprajan, rombongan kirab disambut tarian dari Komunitas Saka Galeri yang diiringi pembacaan puji-pujian berbahasa Jawa. Selanjutnya, tombak Kyai Ageng Sudiroprajan diserahkan oleh perwakilan Padepokan Keris Brojobuwono, Empu Basuki, kepada tokoh masyarakat dan pemangku wilayah Kelurahan Sudiroprajan. Umbul Mantram kemudian disambung dengan pembacaan doa oleh lima pemuka agama.

Empu Basuki menerangkan, Umbul Mantram adalah salah satu warisan budaya yang berguna untuk menetralisir bala. Tak hanya itu, Umbul Mantram dapat membangun hubungan manusia dengan Tuhan, mempererat keharmonisan antarsesama, dan sebagai ajang instrospeksi. “Diharapkan dengan tiga keselarasan itu akan tercapai kemaslahatan hidup,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konteks Grebeg Sudiro 2017, Umbul Mantram dapat semakin mempererat keharmonisan kultural antarwarga Kelurahan Sudiroprajan.  Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Kecamatan Jebres, Tamso. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa Grebeg Sudiro merupakan lambang pluralisme antara masyarakat Jawa dan Tionghoa.

Umbul Mantram diakhiri dengan pertunjukan Ketoprak Ngampung yang membawakan lakon “Guyub Wayah Esuk”.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...