Saturday, September 26, 2026
HomeMusikMenikmati Konser Akhir Pekan Di Passionville 2016 (Bagian 1)

Menikmati Konser Akhir Pekan Di Passionville 2016 (Bagian 1)

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-770-513

Soloevent.id – Suara teduh Adhitia Sofyan yang berbalut petikan gitar akustik menyambut Soloevent setibanya di area parkir selatan The Park Mall Solo Baru. Kala itu Adhitia dan band pengiringnya mengalunkan “Blue Sky Collapse”.

Namun sayang, salah satu hit single dari album Quiet Down tersebut menjadi menu penutup perjumpaannya. “Senang banget bisa balik ke Solo. Bar iki sega liwetan,” pungkas penyanyi berdarah Jawa itu.

Walaupun hanya mendapat secuil penampilan Adhitia Sofyan, tetapi Soloevent tak terlalu meratapi. Soalnya Sabtu (16/10/2016) malam itu, gelaran PassionVille 2016 masih menyisakan dua bintang tamu lainnya.

Adalah FSTVLST yang unjuk gigi berikutnya. Sejak band asal Yogyakarta ini disebut oleh MC, beberapa penonton yang tadinya hanya duduk-duduk sewaktu Adhitia Sofyan tampil, mulai bangkit penuh kegirangan dan segera berjejal di arena moshpit.

Deru rock and roll yang dihantarkan sejak nomor pembuka, “Orang-orang di Kerumunan”, dilanjut dengan “Bulan Setan Atau Malaikat” dan “Manifesto Postmodernisme”, berhasil menyulut agresivitas penonton.

Tempo yang mulai kendur di “Hujan Mata Pisau” dan “Menantang Rasi Bintang” bukan menjadi alasan penggemar FSTVLST untuk tidak berdiam diri. Di tengah sing along, beberapa penonton masih sibuk meluapkan kegembiraannya dengan ber-crowd surfing.

“Lagu ini bisa buat loncat-loncat, tak peduli kamu bertato maupun berjilbab. Malam ini lumayan senang karena penonton bisa membaur; ada mbak-mbak cantik berjilbab di antara mas-mas kekar berkumis lebat,” celoteh sang vokalis, Farid Stevy, sebelum mengawali “Tanah Indah untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan”.

Setelah “Ayun Buai Zaman”, Farid mengajak penonton untuk meluapkan sisa-sisa energi penghabisan. “Saya ingin kalian membuat sejarah dengan bernyanyi paling keras dari yang pernah dilakukan bersama kami. Ora apal ora popo, sing penting mbengok [Enggak hafal enggak apa-apa, yang penting teriak],” katanya.

Sesuai instruksi Farid, massa menyambut lagu pamungkas, “Mati Muda”, dengan koor massal. Saat teman-temannya memainkan instrumen, Farid sibuk membagikan microphone kepada penonton. Dari awal hingga akhir, departemen vokal menjadi milik penonton. Lalu apa yang dilakukan Farid Stevy? Ia turun dari panggung, kemudian berselancar di antara kerumunan manusia. Apik! (Bersambung ke halaman berikutnya)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...