Wednesday, May 6, 2026
HomeSeni dan BudayaYuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Karya-Karya Di Bamboo Biennale 2016 (Bagian 2)

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Karya-Karya Di Bamboo Biennale 2016 (Bagian 2)

Published on

- Advertisement -spot_img

edit-770-513

Anemuka: Six Faces of Bamboo

Anemuka digagas oleh tiga mahasiswa Arsitektur Universitas Sebelas Maret Surakarta yakni Rifky Candra Ardhani, Marselinus David Raynaldo, dan Fitri Imanda. Karya ini berbentuk kubus yang dibangun miring. Tiap sisinya mempunyai “wajah” berbeda.

Lewat Anemuka, mereka ingin memopulerkan penggunaan bambu sebagai material yang potensial sebagai elemen kriya dan arsitektur.

Bamboo Bawana

Terletak di sebelah barat venue, Bamboo Bawana merupakan ide dari Jajang Agus Sonjaya dan Rony Arsyad yang bergabung dalam nama Bambubos. Bamboo Bawana berbentuk seperti bumi. Ya, bumi merupakan inspirasi dalam menuangkan karya ini.

Mereka menjelaskan konsep instalasi tersebut ialah semangat mengglobalkan bambu. Agus dan Rony berharap agar bambu bisa bersaing di era kekinian baik dalam seni, kriya, konstruksi, dan perkebunan.

Meditation Space

Jika kamu berkunjung ke Bamboo Biennale 2016 dan melihat ada karya berbentuk sangkar burung, maka itulah Meditation Space. Karya ini adalah kritikan terhadap perilaku masyarakat modern yang tak bisa lepas dari gadget.

Lalu apa hubungannya dengan sangkar burung? Bagi masyarakat Jawa, bentuk sangkar maupun jenis burung merupakan perlambang status sosial. Terlepas dari itu, suara burung dapat memberikan rasa ketentraman bagi si pemilik, sehingga segala pikiran-pikiran negatif bisa sirna berkat suara burung.

Namun, karena perubahan zaman, hobi tersebut mulai ditinggalkan. Masyarakat modern kini lebih terpaku kepada gadget-nya. Melalui karya ini; Budi Pradono, Sigit Ashar, dan Nabila Hudzaifah mengajak pengunjung Bamboo Biennale 2016 untuk sejenak menentramkan diri dan lepas dari pengaruh gadget.

Bagaimana cara menikmati karya ini? “Diharapkan pengunjung dapat memasukkan handphone ke dalam sangkar burung, sehingga orang yang di dalam Meditation Space ini akan mendapat suasana keheningan. Di dekat karya ini terdapat sumur yang akan memperdengarkan suara burung perkutut secara sayup-sayup. Keheningan inilah yang kami rasa dibutuhkan masyarakat saat ini,” tulis mereka dalam liner notes.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Lautan VW Kodok & Combi di Solo Technopark: Intip Keseruan Wingdays 5 Volkswagen

Soloevent.id - Wingdays 5 Volkswagen sukses digelar pada Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) di Solo Technopark. Acara...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...

Peringati Adeging Mangkunegaran ke-269, Pura Mangkunegaran Gelar Mangkunegaran Makan-Makan

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran kembali menggelar Mangkunegaran Makan-Makan di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Jumat-Minggu...

More like this

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...

Peringati Adeging Mangkunegaran ke-269, Pura Mangkunegaran Gelar Mangkunegaran Makan-Makan

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran kembali menggelar Mangkunegaran Makan-Makan di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, Jumat-Minggu...

Pelatihan Membuat Sanggul Bersama Akademi Sanggul Nusantara di Event Solo Menari 2026

Soloevent.id - Pagelaran Solo Menari 2026 kembali digelar pada Selasa-Rabu (28-29/4/2026) di Pendhapi Gedhe...