Wednesday, October 21, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Payung Indonesia 2016 Rentan Timbulkan Macet, Ini Strategi Dishubkominfo Solo

Festival Payung Indonesia 2016 Rentan Timbulkan Macet, Ini Strategi Dishubkominfo Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Gelaran Festival Payung Indonesia 2016 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (23-25/9/2016), diprediksi mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar. Namun, hal tersebut dikhawatirkan bakal mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di seputar venue Taman Balekambang.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo menyiapkan beberapa strategi. Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo, Ari Wibowo, menyampaikan, sepanjang Jl. Raden Mas Said menuju pintu masuk Taman Balekambang harus steril dari parkir dan lalu-lalang mobil.

“Kantong parkir untuk motor ada di sisi utara jalan. Tidak boleh parkir di bahu jalan,” katanya dalam jumpa pers, Kamis (22/9/2016). Untuk menghindari penumpukan akibat pertemuan arus di simpang empat Jl. Raden Mas Said-Jl. Depok-Jl. Menteri Supeno, kendaraan roda dua yang meninggalkan Taman Balekambang diarahkan menuju utara (Jl. Depok).

Sedangkan untuk mobil, Dishubkominfo menyediakan kantong parkir di beberapa titik, yaitu kawasan Stadion Manahan, Kantor Dishubkominfo, Kolam Renang Tirtomoyo, dan Gedung JPOK UNS, dan Pasar Depok.

“Kami mengakui jarak kantong parkir roda empat dengan venue cukup jauh. Kami berharap panitia Festival Payung Indonesia 2016 melakukan transfer moda transportasi untuk mengangkut mereka ke lokasi acara,” imbuh dia.

Ari menuturkan, apabila kondisi sudah kelihatan macet, Dishubkominfo bakalan memberlakukan sistem satu arah di Jl. Raden Mas Said dan Jl. Depok. Dishubkominfo juga telah menyiapkan rambu-rambu dan penunjuk arah demi memudahkan pengunjung.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...