Wednesday, October 21, 2026
HomeSeni dan BudayaMahasiswa DKV ISI Surakarta Suarakan Perdamaian Melalui Mural (Bagian 02)

Mahasiswa DKV ISI Surakarta Suarakan Perdamaian Melalui Mural (Bagian 02)

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Semangat perdamaian juga ditebarkan oleh Kelompok CDR. Kelompok ini melukiskan sebuah kontradiksi. Di bagian tengah papan tripleks persegi berukuran 1 meter, tiga buah senapan laras panjang berwarna abu-abu disusun menjadi lambang perdamaian.

Dalam lingkaran perdamaian tersebut senapan laras panjang disandingkan dengan aneka bunga. Kesan “horor” senapan dan tengkorak – yang diletakkan di bawah lambang perdamaian – dikaburkan oleh gradasi warna-warna cerah cat air.

“Senapan identik dengan perang. Kami menggabungkan dengan ornamen bunga supaya menyimbolkan perdamaian,” terang salah satu anggota Kelompok CDR, Guntur Utomo. Di mata seorang anggota lainnya, Raffa A.K., perang bukanlah cara menciptakan perdamaian, malahan perang semakin membuat kehidupan masyarakat terganggu.

Kepala Program Studi DKV ISI Surakarta, Basnendar H.P., menerangkan, mural on street digelar dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional. “Ada aspek persuasif yang terdapat dalam mural. Kami ingin mengajak masyarakat untuk saling menebarkan rasa damai,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan yang diikuti lebih kurang 50 peserta tersebut masih satu rangkaian acara dengan masa orientasi mahasiswa baru. Di gelar di area publik, Basnendar ingin agar mahasiswa unjuk bakat kepada khalayak ramai, sekaligus melatih kepercayaan diri mereka.

Mural on street merupakan acara puncak dari masa orientasi mahasiswa baru DKV ISI Surakarta, yang digelar sejak 16 September 2016. “Kami lebih memilih acara kreatif seperti ini daripada perpeloncoan. Ini adalah media yang bagus untuk mengasah kreativitas mahasiswa baru,” kata dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...