Saturday, June 27, 2026
HomeSeni dan BudayaDengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Dengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Kemeriahan Solo International Performing Arts (SIPA) 2016 berlanjut di hari kedua, Jumat (9/9/2016). Sama seperti hari pertama, ada tujuh penampil yang menyemarakkan panggung SIPA 2016.

Delegasi asal India, Premijit Manipuri Dance Group, membuka pergelaran malam itu. Salah satu aksi yang cukup mengundang perhatian penonton yakni stick dance. Diiringi bebunyian tambur, seorang penari melakukan atraksi juggling stik.

Diapit dua buah stik, bilah bambu diputar-putar dan diterbangkannya. Sang penari juga tampil atraktif, dan beberapa kali menyuguhkan trik-trik rumit. Keseimbangan adalah kunci permainan ini. Di india, stick dance merupakan seni bela diri.

Penampil kedua adalah Trodon. Malam itu, grup musik asal Jakarta ini mengajak Fajar Satriadi untuk berkolaborasi. Fajar Satriadi adalah penari asal Kota Solo yang menjadi maskot SIPA 2015. Namun, dalam repertoar itu, Fajar tidak menari. Melainkan ia turut menyumbangkan suara bagi Trodon.

Fajar tidak menyanyi. Suara yang dikeluarkan Fajar bukanlah sembarang suara. Ia mencampur suara perut dan hembusan nafas untuk menghasilkannya. Fajar menyebut karyanya tersebut dengan “Nyanyian Angin”. “Ini adalah media penghubung kepada Tuhan. Tahun lalu karya ini saya pentaskan di panggung SIPA,” tuturnya sebelum membawakannya.

Diiringi instrumen Tibetan singing bowl, getaran suara Fajar yang bak gemuruh angina itu memenuhi seantero Benteng Vastenburg. Lalu satu per satu alat musik Trodon mulai mengalun. Irama progressive rock menjadi latar raungan suara Fajar yang berubah rupa layaknya dengkuran raksasa tidur.

Usai tampil seperti orang kesetanan – beberapa kali Fajar melolong, tempo musik melambat dan menyisakan sebuah balada penuh sapuan saxophone. Tak bertahan lama, nomor berdurasi panjang ini kembali berderu cepat dan semakin cepat dengan bumbu melodi gitar. Itulah akhir perjalanan sang raksasa tidur.

Selain Trodon featuring Fajar Satriadi, SIPA 2016 hari kedua turut dihangatkan pula oleh Keteng-keteng Girls lewat karya “Beru Dayang Jile-jile”; permainan perkusi nan meriah oleh Nadi Singapura; kolaborasi Peni Candra Rini bersama Neil Chua, Rodrigo Parejo, Philip Graulty, dan Blessing Chimanga yang mengetengahkan “Maha Swara”; harmonisasi vokal dan cello oleh Duo Ubiet & Dimawan; serta pertunjukan musik folklore “Indoku Bumi Umaku Langi” oleh Komunitas Seni Tadulako.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...