Wednesday, October 21, 2026
HomeSeni dan BudayaDengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Dengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Kemeriahan Solo International Performing Arts (SIPA) 2016 berlanjut di hari kedua, Jumat (9/9/2016). Sama seperti hari pertama, ada tujuh penampil yang menyemarakkan panggung SIPA 2016.

Delegasi asal India, Premijit Manipuri Dance Group, membuka pergelaran malam itu. Salah satu aksi yang cukup mengundang perhatian penonton yakni stick dance. Diiringi bebunyian tambur, seorang penari melakukan atraksi juggling stik.

Diapit dua buah stik, bilah bambu diputar-putar dan diterbangkannya. Sang penari juga tampil atraktif, dan beberapa kali menyuguhkan trik-trik rumit. Keseimbangan adalah kunci permainan ini. Di india, stick dance merupakan seni bela diri.

Penampil kedua adalah Trodon. Malam itu, grup musik asal Jakarta ini mengajak Fajar Satriadi untuk berkolaborasi. Fajar Satriadi adalah penari asal Kota Solo yang menjadi maskot SIPA 2015. Namun, dalam repertoar itu, Fajar tidak menari. Melainkan ia turut menyumbangkan suara bagi Trodon.

Fajar tidak menyanyi. Suara yang dikeluarkan Fajar bukanlah sembarang suara. Ia mencampur suara perut dan hembusan nafas untuk menghasilkannya. Fajar menyebut karyanya tersebut dengan “Nyanyian Angin”. “Ini adalah media penghubung kepada Tuhan. Tahun lalu karya ini saya pentaskan di panggung SIPA,” tuturnya sebelum membawakannya.

Diiringi instrumen Tibetan singing bowl, getaran suara Fajar yang bak gemuruh angina itu memenuhi seantero Benteng Vastenburg. Lalu satu per satu alat musik Trodon mulai mengalun. Irama progressive rock menjadi latar raungan suara Fajar yang berubah rupa layaknya dengkuran raksasa tidur.

Usai tampil seperti orang kesetanan – beberapa kali Fajar melolong, tempo musik melambat dan menyisakan sebuah balada penuh sapuan saxophone. Tak bertahan lama, nomor berdurasi panjang ini kembali berderu cepat dan semakin cepat dengan bumbu melodi gitar. Itulah akhir perjalanan sang raksasa tidur.

Selain Trodon featuring Fajar Satriadi, SIPA 2016 hari kedua turut dihangatkan pula oleh Keteng-keteng Girls lewat karya “Beru Dayang Jile-jile”; permainan perkusi nan meriah oleh Nadi Singapura; kolaborasi Peni Candra Rini bersama Neil Chua, Rodrigo Parejo, Philip Graulty, dan Blessing Chimanga yang mengetengahkan “Maha Swara”; harmonisasi vokal dan cello oleh Duo Ubiet & Dimawan; serta pertunjukan musik folklore “Indoku Bumi Umaku Langi” oleh Komunitas Seni Tadulako.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...