Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaDengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Dengkuran Raksasa Tidur Menggema Di SIPA 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

edit

Soloevent.id – Kemeriahan Solo International Performing Arts (SIPA) 2016 berlanjut di hari kedua, Jumat (9/9/2016). Sama seperti hari pertama, ada tujuh penampil yang menyemarakkan panggung SIPA 2016.

Delegasi asal India, Premijit Manipuri Dance Group, membuka pergelaran malam itu. Salah satu aksi yang cukup mengundang perhatian penonton yakni stick dance. Diiringi bebunyian tambur, seorang penari melakukan atraksi juggling stik.

Diapit dua buah stik, bilah bambu diputar-putar dan diterbangkannya. Sang penari juga tampil atraktif, dan beberapa kali menyuguhkan trik-trik rumit. Keseimbangan adalah kunci permainan ini. Di india, stick dance merupakan seni bela diri.

Penampil kedua adalah Trodon. Malam itu, grup musik asal Jakarta ini mengajak Fajar Satriadi untuk berkolaborasi. Fajar Satriadi adalah penari asal Kota Solo yang menjadi maskot SIPA 2015. Namun, dalam repertoar itu, Fajar tidak menari. Melainkan ia turut menyumbangkan suara bagi Trodon.

Fajar tidak menyanyi. Suara yang dikeluarkan Fajar bukanlah sembarang suara. Ia mencampur suara perut dan hembusan nafas untuk menghasilkannya. Fajar menyebut karyanya tersebut dengan “Nyanyian Angin”. “Ini adalah media penghubung kepada Tuhan. Tahun lalu karya ini saya pentaskan di panggung SIPA,” tuturnya sebelum membawakannya.

Diiringi instrumen Tibetan singing bowl, getaran suara Fajar yang bak gemuruh angina itu memenuhi seantero Benteng Vastenburg. Lalu satu per satu alat musik Trodon mulai mengalun. Irama progressive rock menjadi latar raungan suara Fajar yang berubah rupa layaknya dengkuran raksasa tidur.

Usai tampil seperti orang kesetanan – beberapa kali Fajar melolong, tempo musik melambat dan menyisakan sebuah balada penuh sapuan saxophone. Tak bertahan lama, nomor berdurasi panjang ini kembali berderu cepat dan semakin cepat dengan bumbu melodi gitar. Itulah akhir perjalanan sang raksasa tidur.

Selain Trodon featuring Fajar Satriadi, SIPA 2016 hari kedua turut dihangatkan pula oleh Keteng-keteng Girls lewat karya “Beru Dayang Jile-jile”; permainan perkusi nan meriah oleh Nadi Singapura; kolaborasi Peni Candra Rini bersama Neil Chua, Rodrigo Parejo, Philip Graulty, dan Blessing Chimanga yang mengetengahkan “Maha Swara”; harmonisasi vokal dan cello oleh Duo Ubiet & Dimawan; serta pertunjukan musik folklore “Indoku Bumi Umaku Langi” oleh Komunitas Seni Tadulako.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...