Sunday, April 26, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaI Gusti Nengah Nurata Guratkan Perilaku Destruktif Manusia Lewat Karya Drawing

I Gusti Nengah Nurata Guratkan Perilaku Destruktif Manusia Lewat Karya Drawing

Published on

- Advertisement -spot_img

I GUSTI NENGAH NURATA GURATKAN PERILAKU DESTRUKTIF MANUSIA LEWAT KARYA DRAWING

 

Soloevent.id – Ada keresahan di dalam diri I Gusti Nengah Nurata. Perupa kelahiran Bali itu cemas dengan keharmonisan alam yang ternoda. Yang ia rasakan, keseimbangan alam antara manusia, hewan, dan tumbuhan telah tercerai-berai. Sebagai makhluk dominan, manusia telah melakukan tindakan destruktif yang berdampak pada alam.

Apa yang dirasakan I Gusti Nengah Nurata itu dituangkan dalam 53 karya drawing. Selama sembilan hari, 9-18 Agustus 2016, karya-karya tersebut dipamerkan di Galeri Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Mojosongo. Pameran tunggal itu sekaligus menjadi ajang pengukuhan gelar magister-nya di ISI Surakarta. Ke-53 karya tersebut merupakan catatan karirnya selama lebih dari dua dekade.

Karya drawing yang digarap dengan teknik dasar goresan, titikan, patukan, patukan dan dorongan, gesekan, geteran, dan tarikan itu menyoroti perilaku destruktif manusia. Sifat-sifat destruktif itu ia wujudkan dalam karya imajinatif murni, simbolis, filosofis yang dituangkan dalam bahasa metafor visual.

Salah satu tindakan destruktif yang ia visualkan adalah kasus pembunuhan gadis cilik, Angeline; oleh ibu tirinya, Margareth. Kritikannya itu dituangkan dalam coretan tinta di atas kertas dalam media 33,5 x 21,5 sentimeter, yang diberi judul “Kasih Sayang Abadi”.

Melalui karyanya itu, Nurata melakukan pendekatan kritik secara positif. Kasih sayang tak lekang waktu seorang ibu kepada anak digambarkannya lewat seekor roh induk burung yang masih setia menemani dan memberi makan anaknya. “Jangan perlakukan anak secara semena-mena. Saat mengasuh anak, kita harus mengedepankan sikap mulia, jujur, dan beradab,” tuturnya saat ditemui di sela pameran, Senin (9/8/2016).

Dari pameran bertajuk “Perilaku Bijaksana Sebagai Pesan Moral dalam Karya Drawing” ini, I Gusti Tengah Nurata ingin memberikan pesan kepada penikmat karyanya agar berperilaku harmonis kepada sesama manusia, binatang, tumbuhan, serta alam semesta. “Itu bisa memunculkan rasa nyaman, aman, dan damai di Marcapada ini,” tegasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...