Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaI Gusti Nengah Nurata Guratkan Perilaku Destruktif Manusia Lewat Karya Drawing

I Gusti Nengah Nurata Guratkan Perilaku Destruktif Manusia Lewat Karya Drawing

Published on

- Advertisement -spot_img

I GUSTI NENGAH NURATA GURATKAN PERILAKU DESTRUKTIF MANUSIA LEWAT KARYA DRAWING

 

Soloevent.id – Ada keresahan di dalam diri I Gusti Nengah Nurata. Perupa kelahiran Bali itu cemas dengan keharmonisan alam yang ternoda. Yang ia rasakan, keseimbangan alam antara manusia, hewan, dan tumbuhan telah tercerai-berai. Sebagai makhluk dominan, manusia telah melakukan tindakan destruktif yang berdampak pada alam.

Apa yang dirasakan I Gusti Nengah Nurata itu dituangkan dalam 53 karya drawing. Selama sembilan hari, 9-18 Agustus 2016, karya-karya tersebut dipamerkan di Galeri Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Mojosongo. Pameran tunggal itu sekaligus menjadi ajang pengukuhan gelar magister-nya di ISI Surakarta. Ke-53 karya tersebut merupakan catatan karirnya selama lebih dari dua dekade.

Karya drawing yang digarap dengan teknik dasar goresan, titikan, patukan, patukan dan dorongan, gesekan, geteran, dan tarikan itu menyoroti perilaku destruktif manusia. Sifat-sifat destruktif itu ia wujudkan dalam karya imajinatif murni, simbolis, filosofis yang dituangkan dalam bahasa metafor visual.

Salah satu tindakan destruktif yang ia visualkan adalah kasus pembunuhan gadis cilik, Angeline; oleh ibu tirinya, Margareth. Kritikannya itu dituangkan dalam coretan tinta di atas kertas dalam media 33,5 x 21,5 sentimeter, yang diberi judul “Kasih Sayang Abadi”.

Melalui karyanya itu, Nurata melakukan pendekatan kritik secara positif. Kasih sayang tak lekang waktu seorang ibu kepada anak digambarkannya lewat seekor roh induk burung yang masih setia menemani dan memberi makan anaknya. “Jangan perlakukan anak secara semena-mena. Saat mengasuh anak, kita harus mengedepankan sikap mulia, jujur, dan beradab,” tuturnya saat ditemui di sela pameran, Senin (9/8/2016).

Dari pameran bertajuk “Perilaku Bijaksana Sebagai Pesan Moral dalam Karya Drawing” ini, I Gusti Tengah Nurata ingin memberikan pesan kepada penikmat karyanya agar berperilaku harmonis kepada sesama manusia, binatang, tumbuhan, serta alam semesta. “Itu bisa memunculkan rasa nyaman, aman, dan damai di Marcapada ini,” tegasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...