Tuesday, May 26, 2026
HomeSeni dan BudayaUpacara Mondosiyo Jadi Inspirasi Salah Satu Tarian Sanggar Kembang Lawu

Upacara Mondosiyo Jadi Inspirasi Salah Satu Tarian Sanggar Kembang Lawu

Published on

- Advertisement -spot_img

UPACARA MONDOSIYO JADI INSPIRASI SALAH SATU TARIAN SANGGAR KEMBANG LAWU

 

Soloevent.id – Sumilir sing tak rasakke gawa rasa tentrem ning ati. Kae lho kewan-kewan pada oyak-oyakan gegojekan. Suket lan wit-witan sing tak sawang ijo royo-royo ndadekke sumringah  lan bungah. Kanca tani pada ngguya-ngguyu jalaran parine lemu-lemu. Puji syukur marang Gusti sing ndadekke endahe isi bumi,” ucap seorang pria di tengah panggung.

Tak berselang lama keceriaan menyelimuti Teater Terbuka Taman Balekambang, Solo. Diiringi tembang “Lir Ilir”, sepuluh penari wanita berlenggak-lenggok gemulai penuh senyuman. Mereka menari sambil mengibas-ibaskan properti tampah.

Suasana bahagia itu disambung oleh empat penari yang berperan sebagai ayam. Kostum rumbai warna-warni yang dikenakan bergerak ke sana kemari mengikuti langkah lincahnya. Sepuluh penari wanita tadi menyusul mereka dan membentuk koreografi yang menggambarkan kegembiraan, ketentraman, serta keselarasan.

Paragraf di atas merupakan cuplikan penampilan Sanggar Kembang Lawu yang turut menyemarakkan Semarak Budaya Indonesia 2016. “Tari Kongkoroongook” adalah lakon yang diusung dalam pertunjukan tari Jumat (29/7/2016) malam itu.

Tari garapan tersebut mengambil ide dari upacara Mondosiyo, sebuah tradisi lempar tangkap ayam yang berlangsung di Dusun Pancot, Tawangmangu, Karanganyar. Upacara tersebut punya makna sebagai ucap syukur masyarakat desa setempat kepada Tuhan atas hasil panen yang diberikan.

“Tari Kongkorongok merupakan pengembangan dari itu [upacara Mondosiyo],” ujar perwakilan Sanggar Kembang Lawu, Senik Sekarsari. Dalam Bahasa Indonesia, “Kongkoroongook” berarti suara kokok ayam. Lewat tarian ini, Sanggar Kembang Lawu ingin menampilkan keharmonisan alam. Menurut mereka, di daerah tersebut ayam dan manusia seakan hidup menyatu dan tidak berjarak.

Tak hanya Sanggar Kembang Lawu, hari pertama Semarak Budaya Indonesia 2016 dimeriahkan pula oleh enam sanggar tari lain. Malam itu, ada 15 repertoar yang disuguhkan kepada penonton. Mereka menampilkan tarian-tarian bernafas tradisi maupun kreasi baru.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

More like this

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...