Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaTingkah Riang Anak Di Festival Dolanan Bocah 2016

Tingkah Riang Anak Di Festival Dolanan Bocah 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

TINGKAH RIANG ANAK DI FESTIVAL DOLANAN BOCAH 2016

 

Soloevent.id – Di tengah kehebohan Pokemon Go dan bermacam permainan modern lain, ternyata masih ada anak-anak yang mempertahankan permainan tradisional. Di panggung Festival Dolanan Bocah 2016, anak-anak itu tampak riang dan penuh semangat memainkan beragam dolanan bocah, antara lain cublak-cublek suweng, jamuran, sepur-sepuran, gasing, dan lain-lain.

Hari perdana penyelenggaraan festival, Kamis (21/7/2016), ada enam kelompok yang tampil. Setiap kelompok membumbui pertunjukannya dengan dialog dan alur cerita, sehingga bisa menjadi sajian yang menarik. Polah tingkah bocah-bocah di atas panggung mampu menarik perhatian penonton. Tak jarang tawa meledak saat ada satu-dua anak yang berpolah tingkah lucu.

Salah satu peserta yang unjuk gigi adalah SD Negeri Dadapsari. Ada kritik yang dimunculkan lewat penampilan mereka. Alkisah sekitar sepuluh anak sedang memainkan “sandal” tempurung kelapa. Saat asyik bermain, ada seorang anak yang sadar kalau seorang teman mereka, Brindil, tidak ikut bermain.

Setelah memanggil-manggil Brindil, perempuan cilik itu datang sambil menenteng laptop. “Ayo ikut kami main,” kata seorang anak. Namun Brindil menolaknya. “Tidak mau, permainanmu kuno,” ucapnya. Karena tak mau diajak, sepuluh anak itu mulai bermain lagi tanpa Brindil.

Akan tetapi Brindil sepertinya jemu dan merasa kesepian. Saat teman-temannya asyik bermain bersama, ia hanya duduk sendiri sembari menatap laptop. Akhirnya ia mendatangi teman-temannya lagi dan menanyakan apakah boleh bermain bersama. “Katamu ini permainan kuno?” tanya seorang anak. “Soalnya permainan ini tidak ada di laptop,” jawab Brindil.

Melestarikan permainan tradisional di tengah arus modernisasi menjadi misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo dalam menyelenggarakan event ini. Hal itu disampaikan Kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Suzanna, saat ditemui di sela acara.

Dolanan bocah adalah budaya milik Indonesia. Lewat acara ini kami ingin agar dolanan bocah tidak tergerus oleh gadget, game online, dan permainan modern lain,” jelas Eny. Menurut Eny, dolanan bocah memiliki nilai-nilai luhur seperti pembentukan karakter, interaksi dan sosialisasi antarsesama, sehingga dimungkinkan membentuk kegotongroyongan. “Jika anak-anak muda sudah guyub, Indonesia akan lebih baik ke depannya,” terang dia.

Festival Dolanan Bocah 2016 bakal berlangsung hingga Sabtu  (23/7/2016). Ada 18 kelompok yang berpartisipasi di acara ini. Mereka berasal dari 10 SD di Kota Solo dan 8 sanggar tari. Perhelatan yang diadakan di Plaza Sriwedari ini dimulai jam 19.00 WIB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...