Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaMenghidupi Pasar Tradisional Lewat Festival Pesona Pasar Tradisi

Menghidupi Pasar Tradisional Lewat Festival Pesona Pasar Tradisi

Published on

- Advertisement -spot_img

MENGHIDUPI PASAR TRADISIONAL LEWAT FESTIVAL PESONA PASAR TRADISI

 

“Cah angon, cah angon, penekno blimbing kui. Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot ira.”

Soloevent.id – Lirik lagu “Lir Ilir” tersebut dinyanyikan dalam iringan alat musik lesung yang dimainkan secara rancak dan saling menimpali. Pagi itu sekitar sepuluh personel grup Sri Katon Mudo membawa suka cita musim panen ke pelataran Pasar Gede, Solo.

Keceriaan terus berlanjut usai grup asal Plesungan, Karanganyar, itu undur diri. Dua penari dari Sanggar Sarwi Retno Budaya menyambung acara dengan pertunjukan Tari Bambangan Cakil. Tarian tersebut melambangkan pertarungan kebaikan melawan kejahatan yang disimbolkan lewat sosok ksatria dan raksasa.

Dua paragraf di atas merupakan sekelumit cerita tentang meriahnya pembukaan Festival Pesona Pasar Tradisi, Jumat (8/7/2016). Event yang digarap oleh Mataya Art and Heritage itu mengeksplorasi tiga pasar tradisional yang ada di Kota Bengawan dengan pendekatan kesenian.

Lewat tangan mereka; Pasar Gede, Pasar Triwindu, dan Pasar Kembang dibuat bersolek. Digelar hingga Minggu (10/7/2016), sudut-sudut pasar coba dihidupi dengan pementasan tari, musik, pameran foto, pemutaran film, dan lain-lain.

Menurut Ketua Panita Festival Pesona Pasar Tradisi, Heru Prasetya, acara yang baru kali pertama dihelat itu didedikasikan kepada para pedangang atas kegigihan, keramahan, dan perjuangan selama ini. “Kegiatan ini adalah inisiatif dari pelaku, pecinta pasar tradisi, seniman dan budayawan. Mereka bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud  pelestarian pasar tradisional yang ada di Kota Solo,” ucapnya dalam sambutan.

Event ini diharapkan dapat menaikkan derajat pasar tradisional dan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Heru menambahkan, di tahun depan, Festival Pesona Pasar Tradisi rencananya digelar di lebih dari tiga pasar tradisional Kota Solo.

Staf Khusus Bidang Kebudayaan Kementerian Pariwisata, Taufik Rahzen, menilai, pasar adalah rahim kota sekaligus tempat yang menyajikan rekaman peristiwa masyarakat. “Festival ini adalah ajang silaturahim masyarakat kota. Acara ini sebenarnya biasa, tetapi langka,” katanya.

Taufik mengatakan, Festival Pesona Pasar Tradisi bakalan dijadikan role model untuk diterapkan di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...