Wednesday, September 23, 2026
HomeSeni dan BudayaMenghidupi Pasar Tradisional Lewat Festival Pesona Pasar Tradisi

Menghidupi Pasar Tradisional Lewat Festival Pesona Pasar Tradisi

Published on

- Advertisement -spot_img

MENGHIDUPI PASAR TRADISIONAL LEWAT FESTIVAL PESONA PASAR TRADISI

 

“Cah angon, cah angon, penekno blimbing kui. Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot ira.”

Soloevent.id – Lirik lagu “Lir Ilir” tersebut dinyanyikan dalam iringan alat musik lesung yang dimainkan secara rancak dan saling menimpali. Pagi itu sekitar sepuluh personel grup Sri Katon Mudo membawa suka cita musim panen ke pelataran Pasar Gede, Solo.

Keceriaan terus berlanjut usai grup asal Plesungan, Karanganyar, itu undur diri. Dua penari dari Sanggar Sarwi Retno Budaya menyambung acara dengan pertunjukan Tari Bambangan Cakil. Tarian tersebut melambangkan pertarungan kebaikan melawan kejahatan yang disimbolkan lewat sosok ksatria dan raksasa.

Dua paragraf di atas merupakan sekelumit cerita tentang meriahnya pembukaan Festival Pesona Pasar Tradisi, Jumat (8/7/2016). Event yang digarap oleh Mataya Art and Heritage itu mengeksplorasi tiga pasar tradisional yang ada di Kota Bengawan dengan pendekatan kesenian.

Lewat tangan mereka; Pasar Gede, Pasar Triwindu, dan Pasar Kembang dibuat bersolek. Digelar hingga Minggu (10/7/2016), sudut-sudut pasar coba dihidupi dengan pementasan tari, musik, pameran foto, pemutaran film, dan lain-lain.

Menurut Ketua Panita Festival Pesona Pasar Tradisi, Heru Prasetya, acara yang baru kali pertama dihelat itu didedikasikan kepada para pedangang atas kegigihan, keramahan, dan perjuangan selama ini. “Kegiatan ini adalah inisiatif dari pelaku, pecinta pasar tradisi, seniman dan budayawan. Mereka bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud  pelestarian pasar tradisional yang ada di Kota Solo,” ucapnya dalam sambutan.

Event ini diharapkan dapat menaikkan derajat pasar tradisional dan menjadikannya sebagai destinasi wisata. Heru menambahkan, di tahun depan, Festival Pesona Pasar Tradisi rencananya digelar di lebih dari tiga pasar tradisional Kota Solo.

Staf Khusus Bidang Kebudayaan Kementerian Pariwisata, Taufik Rahzen, menilai, pasar adalah rahim kota sekaligus tempat yang menyajikan rekaman peristiwa masyarakat. “Festival ini adalah ajang silaturahim masyarakat kota. Acara ini sebenarnya biasa, tetapi langka,” katanya.

Taufik mengatakan, Festival Pesona Pasar Tradisi bakalan dijadikan role model untuk diterapkan di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...