Wednesday, October 21, 2026
HomeBisnisBerkat Slankers, Slank Terbebas Dari Narkoba

Berkat Slankers, Slank Terbebas Dari Narkoba

Published on

- Advertisement -spot_img

BERKAT SLANKERS, SLANK TERBEBAS DARI NARKOBA

Soloevent.id – Di kalangan anak band, penggunaan narkoba sepertinya sudah dianggap sebagai hal “lazim”. Salah satu band Indonesia yang pernah terlilit barang haram tersebut adalah Slank. Ya, selama bertahun-tahun, personel grup rock and roll itu terjerat narkotika.

Walaupun tetap mengeluarkan karya di tengah adiksi, tetapi bisa dibilang era pertengahan-akhir ’90-an menjadi periode kelam bagi Slank. Memasuki milenium kedua, barulah Slank berani memproklamirkan diri bahwa telah bebas dari cengkeraman narkoba.

Satu faktor yang menjadi alasan mereka untuk sembuh adalah para fans-nya, Slankers Sebagai sosok yang diidolai, personel Slank merasa tertampar saat melihat penggemar-penggemarnya mengikuti gaya hidup seperti mereka.

“Salah satu alasan kami berhenti [memakai narkoba] karena banyak Slankers yang mengikuti gaya hidup kami,” beber penabuh drum Slank, Bimbim, dalam Seminar Nasional Antinarkoba yang diadakan di Auditorium Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Rabu (4/5/2016).

Lelaki bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini melanjutkan, pada Januari 2000 sewaktu Slank memberi pernyataan bahwa telah lepas dari narkoba, hal tersebut disambut baik oleh para Slankers. “Ribuan orang menjadi bersemangat untuk memerangi narkoba,” kata dia.

Dua tahun pasca lepas dari lembah hitam, Slank mengajak para pengguna untuk melakukan tindakan yang sama. Untuk itu, Slank membuka tempat rehabilitasi bagi para pemakai narkoba. Panti rehabilitasi itu tak jauh dari markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan.

“Tempat rehabilitasi ini gratis. Kami dibantu sama dr. Aisah Dahlan. Di dalamnya, kami sama sekali enggak pakai pengobatan alternatif. Jadi mereka kami ‘kurung’, enggak dibolehin memakai ‘barang’ selama sepuluh hari. Dari situ, banyak yang lepas [dari narkoba] akhirnya,” ungkap pria kelahiran 25 Desember 1966 tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...