Saturday, June 20, 2026
HomeBisnisBerkat Slankers, Slank Terbebas Dari Narkoba

Berkat Slankers, Slank Terbebas Dari Narkoba

Published on

- Advertisement -spot_img

BERKAT SLANKERS, SLANK TERBEBAS DARI NARKOBA

Soloevent.id – Di kalangan anak band, penggunaan narkoba sepertinya sudah dianggap sebagai hal “lazim”. Salah satu band Indonesia yang pernah terlilit barang haram tersebut adalah Slank. Ya, selama bertahun-tahun, personel grup rock and roll itu terjerat narkotika.

Walaupun tetap mengeluarkan karya di tengah adiksi, tetapi bisa dibilang era pertengahan-akhir ’90-an menjadi periode kelam bagi Slank. Memasuki milenium kedua, barulah Slank berani memproklamirkan diri bahwa telah bebas dari cengkeraman narkoba.

Satu faktor yang menjadi alasan mereka untuk sembuh adalah para fans-nya, Slankers Sebagai sosok yang diidolai, personel Slank merasa tertampar saat melihat penggemar-penggemarnya mengikuti gaya hidup seperti mereka.

“Salah satu alasan kami berhenti [memakai narkoba] karena banyak Slankers yang mengikuti gaya hidup kami,” beber penabuh drum Slank, Bimbim, dalam Seminar Nasional Antinarkoba yang diadakan di Auditorium Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Rabu (4/5/2016).

Lelaki bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini melanjutkan, pada Januari 2000 sewaktu Slank memberi pernyataan bahwa telah lepas dari narkoba, hal tersebut disambut baik oleh para Slankers. “Ribuan orang menjadi bersemangat untuk memerangi narkoba,” kata dia.

Dua tahun pasca lepas dari lembah hitam, Slank mengajak para pengguna untuk melakukan tindakan yang sama. Untuk itu, Slank membuka tempat rehabilitasi bagi para pemakai narkoba. Panti rehabilitasi itu tak jauh dari markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan.

“Tempat rehabilitasi ini gratis. Kami dibantu sama dr. Aisah Dahlan. Di dalamnya, kami sama sekali enggak pakai pengobatan alternatif. Jadi mereka kami ‘kurung’, enggak dibolehin memakai ‘barang’ selama sepuluh hari. Dari situ, banyak yang lepas [dari narkoba] akhirnya,” ungkap pria kelahiran 25 Desember 1966 tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Event TED×UNS 5.0 di Taman Budaya Jawa Tengah, Hadirkan Talkshow Bersama Narasumber Inspiratif

Soloevent.id - TEDxUNS 5.0 menggelar acara utamanya yang bertajuk "Petals in Motion" dengan tema...

More like this

Event TED×UNS 5.0 di Taman Budaya Jawa Tengah, Hadirkan Talkshow Bersama Narasumber Inspiratif

Soloevent.id - TEDxUNS 5.0 menggelar acara utamanya yang bertajuk "Petals in Motion" dengan tema...

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...