Sunday, August 9, 2026
HomeSeni dan BudayaMelestarikan Budaya Jawa, Mahasiswa FKIP UNS Gelar Pertunjukan Seni

Melestarikan Budaya Jawa, Mahasiswa FKIP UNS Gelar Pertunjukan Seni

Published on

- Advertisement -spot_img

LESTARIKAN BUDAYA JAWA, MAHASISWA FKIP UNS GELAR PERTUNJUKAN SENI

Sebagai perwujudan nguri-uri kabudayan Jawi ( melestarikan budaya Jawa ), mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta angkatan 2014 mengadakan sebuah acara bertajuk Gelar Seni Budaya di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Senin (18/1/2016).

Event ini dihelat sedari sore hingga malam. Sebelum matahari beranjak turun, penonton disuguhi berbagai kesenian tradisi yang disajikan oleh tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bernaung di bawah Prodi Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS. Ketiganya yaitu Javapella, Jawabeksan, dan Pulpen Ijo.

Grup vokal Javapella menghibur penonton dengan alunan musik accapela-nya. Lagu daerah Jawa Tengah, “Cublak-cublak Suweng”, dan satu tembang Macapatan, mereka racik dengan harmonisasi vokal yang ciamik. Tak adanya instrumen musik, mereka tambal dengan permainan beatbox. Nah yang menarik, grup ini menggubah lagu soundtrack film kartun Doraemon menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan.

UKM yang bergerak di bidang tari, Jawabeksan, turut unjuk gigi dengan menyajikan Tari Rara Ngigel. Sedangkan UKM Pulpen Ijo yang concern terhadap dunia sastra Jawa, menyuguhkan geguritan yang bertema kritik.

Usai break maghrib, Gelar Seni Budaya diawali pembacaan geguritan bertema roman oleh Joko Sulaksono. Dosen Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS itu mengombinasikan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Italia ke dalam karyanya. Setelahnya, empat penari membawakan Tari Ngoser. Lenggak-lenggok tubuh mereka diiringi ketukan-ketukan musik rancak.

Sebagai pamungkas acara, ditampilkanlah pentas ketoprak dengan lakon “Kurbaning Gegayuhan”, yang disutradari oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS angkatan 2013, Dhimas Redya R. Naskah yang ditulis oleh Bondan Nusantara ini menceritakan tentang pergolakan daerah Pandanrejo Etan dan Pandanrejo Kulon. Intrik politik dan cintalah yang menyebabkan kedua daerah tersebut bertikai.

LESTARIKAN BUDAYA JAWA, MAHASISWA FKIP UNS GELAR PERTUNJUKAN SENI

Pimpinan Produksi Gelar Seni Budaya, Yoga Ade Setiawan, menuturkan, pemilihan lakon “Kurbaning Gegayuhan” dimaksudkan untuk memberikan sindiran kepada kondisi yang akhir-akhir ini sering terjadi. “Sekarang banyak orang yang ingin mengejar kekuasaan, tetapi dengan cara yang tidak baik,” ujarnya ketika ditemui Soloevent di sela acara.

Yoga menambahkan, proses yang dijalani dalam pementasan tersebut terhitung singkat, yakni tiga minggu. “Tapi teman-teman sudah paham. Mereka mampu menangkap naskahnya. Naskah ini mau dibawa ke mana, mereka sudah tahu,” terangnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...