Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaMenilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Menilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Published on

- Advertisement -spot_img

MENILIK “COLOR DISPERSION”, PENTAS TARI YANG JUGA JADI SARANA EDUKASI

Kedatangan Soloevent di Mugidance Studio disambut gemerincing lonceng yang dimainkan Marvel Garcia. Tubuh kecilnya bergerak halus mengikuti tempo lonceng yang ia bunyikan. Saat tempo bertambah, ia mengubah harmonisasi geraknya menjadi lebar dan cepat.

Tak jauh dari tempat Marvel, 20-an siswa-siswi sekolah dasar yang mengenakan jas hujan perlambang warna-warni, menari-nari riang sembari menyanyikan lagu anak-anak. Mereka kemudian berlari-lari mengeksplorasi ruang Mugidance Studio.

Langkah mereka berhenti di panggung mandala. Mereka duduk membundar sesuai warna jas hujannya. Di tengahnya berdiri tiga orang. Secara kompak, mereka membuat gerak tangan bak Tari Kecak. Anak-anak itu kemudian berdiri, lalu membuat gerakan seperti gelombang. Di akhir penampilan, mereka membanting bola-bola air yang berwarna-warni.

Tulisan di atas adalah gambaran dari pementasan berjudul “Color Dispersion”. Pentas tari yang dibuat oleh Gabriella Rosa Bertin ini menjadi sajian pembuka gelaran International Rain Festival 2016, Sabtu (9/1/2016)

Mengajak co-koreografer Andi Pranata, dan komponis Dedek Wahyudi, seniman asal Inggris itu dalam karyanya mengeksplorasi tujuh tangga nada pelog, tujuh warna “me-ji-ku-hi-bi-ni-u”, dan tarian rakyat, ke dalam bentuk pementasan.

Bagi Gabriella, “Color Dispersion” bukan sekedar pertunjukan. Dalam proses penggarapannya, penggabungan tiga unsur tersebut menjadi pelajaran efektif bagi anak-anak yang ia ajak kolaborasi. “Dalam prosesnya, mereka belajar tentang teori warna, musikologi, dan sistem gamelan pelog. Mereka juga belajar Bahasa Inggris, yang notabene dipakai sebagai bahasa internet,” terangnya saat ditemui usai tampil.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...