Sunday, August 9, 2026
HomeSeni dan BudayaCara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Cara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Published on

- Advertisement -spot_img

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW

Sebagai warisan budaya, batik wajib dilestarikan. Beragam cara dilakukan demi menjaga batik tetap eksis. Mahasiswa Program Studi Batik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, punya cara untuk mempertahankannya dengan melakukan eksplorasi batik.

Karya-karya mahasiswa angkatan 2012 ISI Surakarta tersebut ditampilkan dalam peragaan busana bertema “Helaian Manikam Nusantara”, yang digelar di Gedung Serbaguna Sungging Prabangkara ISI Surakarta, Mojosongo, Senin (28/12/2015).

44 busana disajikan di acara itu. Setiap desainer wajib mengeksplorasi batik ke dalam empat busana yakni casual, gaun malam, kebaya, dan cocktail. Sentuhan-sentuhan modern mereka terapkan dalam motif-motif batik tradisional, sehingga jika sekilas dipandang tampak elegan. Supaya kesan Nusantara terasa, beberapa desainer  memberikan aksen etnik dari luar Pulau Jawa.

Salah satu desainer, Kholida Nur Octania, mengkreasikan busana bertema “Insurgent Way of Batik”. Walaupun batik yang ia tampilkan bertema abstrak, tetapi proses pembuatannya tetap menggunakan cara tradisional. Lewat karyanya, Kholida ingin melakukan perlawanan terhadap batik printing. “Sekarang di pasaran banyak bertebaran batik printing. Itu mematikan pembuat batik tradisional,” tuturnya.

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW 2

Ketua Pelaksana fashion show “Helaian Manikam Nusantara”, Dafid Hadi Susilo, menjelaskan, karya-karya yang dipertunjukkan sebenarnya dibuat untuk ujian semester. “Daripada ujiannya biasa-biasa aja, akhirnya kami merancang pergelaran ini,” katanya.

David menambahkan, “Helaian Manikam Nusantara” merupakan perwujudan para anak muda untuk mempertahankan eksistensi batik. “Kami juga pengen menunjukkan kalau kain batik itu bisa dibikin banyak variasi, sehingga cocok dipakai anak muda,” ungkap dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...