Friday, July 17, 2026
HomeSeni dan BudayaCara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Cara Mahasiswa Isi Surakarta Mengeksplorasi Batik Dalam Balutan Fashion Show

Published on

- Advertisement -spot_img

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW

Sebagai warisan budaya, batik wajib dilestarikan. Beragam cara dilakukan demi menjaga batik tetap eksis. Mahasiswa Program Studi Batik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, punya cara untuk mempertahankannya dengan melakukan eksplorasi batik.

Karya-karya mahasiswa angkatan 2012 ISI Surakarta tersebut ditampilkan dalam peragaan busana bertema “Helaian Manikam Nusantara”, yang digelar di Gedung Serbaguna Sungging Prabangkara ISI Surakarta, Mojosongo, Senin (28/12/2015).

44 busana disajikan di acara itu. Setiap desainer wajib mengeksplorasi batik ke dalam empat busana yakni casual, gaun malam, kebaya, dan cocktail. Sentuhan-sentuhan modern mereka terapkan dalam motif-motif batik tradisional, sehingga jika sekilas dipandang tampak elegan. Supaya kesan Nusantara terasa, beberapa desainer  memberikan aksen etnik dari luar Pulau Jawa.

Salah satu desainer, Kholida Nur Octania, mengkreasikan busana bertema “Insurgent Way of Batik”. Walaupun batik yang ia tampilkan bertema abstrak, tetapi proses pembuatannya tetap menggunakan cara tradisional. Lewat karyanya, Kholida ingin melakukan perlawanan terhadap batik printing. “Sekarang di pasaran banyak bertebaran batik printing. Itu mematikan pembuat batik tradisional,” tuturnya.

CARA MAHASISWA ISI SURAKARTA MENGEKSPLORASI BATIK DALAM BALUTAN FASHION SHOW 2

Ketua Pelaksana fashion show “Helaian Manikam Nusantara”, Dafid Hadi Susilo, menjelaskan, karya-karya yang dipertunjukkan sebenarnya dibuat untuk ujian semester. “Daripada ujiannya biasa-biasa aja, akhirnya kami merancang pergelaran ini,” katanya.

David menambahkan, “Helaian Manikam Nusantara” merupakan perwujudan para anak muda untuk mempertahankan eksistensi batik. “Kami juga pengen menunjukkan kalau kain batik itu bisa dibikin banyak variasi, sehingga cocok dipakai anak muda,” ungkap dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....

More like this

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Keroncong Majestic! Solo Keroncong Festival 2026 Siap Digelar di Alun-Alun Utara

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 sebagai event budaya tahunan yang mengukuhkan Kota...

Pitoelas : Pitulungan lan Welas! Kemegahan Solo Batik Carnival ke-17 Mengguncang Solo

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Batik Carnival (SBC) pada Sabtu (11/7/2026)....