Tuesday, October 20, 2026
HomeMusikSepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Sepuluh Lagu Emosional Dibawakakan Merah Bercerita

Published on

- Advertisement -spot_img

SEPULUH LAGU EMOSIONAL DIBAWAKAKAN MERAH BERCERITA

22.05 WIB, raungan gitar berefek delay memenuhi ruangan Gedung Innovation Store Universitas Sebelas Maret (UNS). Empat orang laki-laki dengan tubuh dipenuhi body painting berada di panggung, diterangi lampu sorot merah remang-remang. Sebuah nomor instrumental, mereka mainkan.

Tanpa banyak cakap kepada penonton, sang vokalis kemudian menyanyikan lirik “Menari-nari di dalam lingkaran manipulasi. Ikuti rotasi dunia yang maha fiksi”. Yap, lagu berjudul “Ilusi” tersebut menjadi sajian pembuka launching album perdana band asal Kota Solo, Merah Bercerita. Mereka melanjutkan repertoarnya malam itu dengan “Negeriku Semakin Horor”.

Rabu (26/8/2015) malam itu, menjadi hari yang membahagiakan bagi Merah Bercerita. Album yang dikerjakan sejak 2014 lalu, akhirnya resmi beredar di pasaran. Vokalis dan gitaris Merah Bercerita, Fajar Merah, mendedikasikan album self titled itu kepada para penggemar, sekaligus pembencinya.

“Senang sekali akhirnya setelah bertahun-tahun jatuh bangun, kami bisa launching album. Album ini kami dedikasikan kepada para pendukung dan orang-orang yang menjatuhkan kami. Kepada yang mencintai dan yang membenci kami. Dengan adanya kalian, energi positif bisa selalu kami tambah,” kata putra bungsu Widji Thukul itu, sebelum memainkan “Bom Waktu”.

Sepuluh lagu dibawakan oleh grup beraliran rock-pop-blues itu. Seluruh setlist yang ditampilkan merupakan lagu-lagu yang berada di album perdana Merah Bercerita. Empat dari sepuluh lagu itu adalah hasil musikalisasi puisi yang ditulis oleh Widji Thukul.

Band yang dimotori Fajar Merah, Gandhi Asta (gitar), Yanuar Arifin (bas), dan Lintang Bumi (drum) ini, menutup acara secara klimaks lewat nomor “Derita Sudah Naik Seleher”. Aksi teatrikal dihadirkan untuk memperkuat suasana lagu yang penuh kegeraman tersebut. Anak pertama Widji Thukul, Fitri Nganthi Wani, turut ambil bagian di nomor emosional itu. Ia membacakan puisinya “Dalam Keabadian, Kebenaran Membatu”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...