Wednesday, May 20, 2026
HomeSeni dan BudayaKonflik Sedulur Papat Jadi Pembuka Solo Batik Carnival 2015

Konflik Sedulur Papat Jadi Pembuka Solo Batik Carnival 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

KONFLIK SEDULUR PAPAT JADI PEMBUKA SOLO BATIK CARNIVAL 2015

Alunan musik gamelan yang dipadukan instrumen-instrumen modern mengiringi para model (SBC) Solo Batik Carnival 2015 berlenggak-lenggok di running track Stadion Sriwedari. Empat warna dominan digunakan mereka. Warna-warna tersebut merupakan perwujudan tema SBC tahun ini yaitu “Mancavarna”, yang diambil dari filosofi papat kiblat lima pancer.

Tak hanya lewat kostum, penggambaran tema Solo Batik Carnival 8 juga ditampilkan dalam pentas kolosal bertajuk Sedulur Papat. Pementasan yang disutradarai oleh Sosiawan Leak ini menceritakan konflik jabang bayi saat dilahirkan ke dunia.

Konflik tercipta karena empat unsur yang menyelimuti sang bayi, saling unjuk keegoisan. Getih (berwujud kostum merah), Puser (berwujud kostum hitam), Kakang Kawah (berwujud kostum putih), dan Adi Ari-ari (berwujud kostum kuning).

Mereka ingin mendominasi dan menganggap diri paling berjasa bagi pertumbuhan si jabang. “Kamilah unsur penting yang mengalirkan darah dan nutrisi,” ujar pemimpin Getih. Tak mau kalah, pemimpin Puser pun mengklaim dirinya sebagai yang terbaik. “Siapa pula yang menjadi daya utama mengantar sari-sari makanan? Siapa pula yang rela dipotong, dijepit, dan melepaskan si jabang bayi?” katanya.

Di tengah perselisihan itu, muncul sosok Jatayu yang diperankan oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Sebagai tokoh penengah, Jatayu membacakan sebuah surat yang berisi amanat, untuk melerai konflik itu. “Ada kidung tentang saudara yang merawat kita, menjaga kita, untuk mewujudkan apa yang menjadi kehendak kita,” terangnya.

Inti pesan yang disampaikan Jatayu adalah tubuh manusia merupakan satu unsur keseimbangan, saling melengkapi, dan tidak ada yang mendominasi. “Dengan semua daya dan kuasa itu maka lengkaplah. Kelima adalah pancer, unsur manunggal yang mewujudkan kita,” jelasnya.

Pentas kolosal Sedulur Papat secara resmi membuka gelaran Solo Batik Carnival 8, Sabtu (13/6/2015), di Stadion Sriwedari, Solo. Usai pentas, sekitar 500 peserta turun ke jalan untuk berparade.

Ketua Yayasan Solo Batik Carnival, Susanto, mengatakan penyelenggaraan event tahun ini ada perbaikan di berbagai sisi. “Harapan kami semoga kreativitas tidak terputus dan para generasi muda supaya terus tumbuh,” jelasnya saat memberikan sambutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

More like this

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...