Monday, February 2, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKonflik Sedulur Papat Jadi Pembuka Solo Batik Carnival 2015

Konflik Sedulur Papat Jadi Pembuka Solo Batik Carnival 2015

Published on

- Advertisement -spot_img

KONFLIK SEDULUR PAPAT JADI PEMBUKA SOLO BATIK CARNIVAL 2015

Alunan musik gamelan yang dipadukan instrumen-instrumen modern mengiringi para model (SBC) Solo Batik Carnival 2015 berlenggak-lenggok di running track Stadion Sriwedari. Empat warna dominan digunakan mereka. Warna-warna tersebut merupakan perwujudan tema SBC tahun ini yaitu “Mancavarna”, yang diambil dari filosofi papat kiblat lima pancer.

Tak hanya lewat kostum, penggambaran tema Solo Batik Carnival 8 juga ditampilkan dalam pentas kolosal bertajuk Sedulur Papat. Pementasan yang disutradarai oleh Sosiawan Leak ini menceritakan konflik jabang bayi saat dilahirkan ke dunia.

Konflik tercipta karena empat unsur yang menyelimuti sang bayi, saling unjuk keegoisan. Getih (berwujud kostum merah), Puser (berwujud kostum hitam), Kakang Kawah (berwujud kostum putih), dan Adi Ari-ari (berwujud kostum kuning).

Mereka ingin mendominasi dan menganggap diri paling berjasa bagi pertumbuhan si jabang. “Kamilah unsur penting yang mengalirkan darah dan nutrisi,” ujar pemimpin Getih. Tak mau kalah, pemimpin Puser pun mengklaim dirinya sebagai yang terbaik. “Siapa pula yang menjadi daya utama mengantar sari-sari makanan? Siapa pula yang rela dipotong, dijepit, dan melepaskan si jabang bayi?” katanya.

Di tengah perselisihan itu, muncul sosok Jatayu yang diperankan oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Sebagai tokoh penengah, Jatayu membacakan sebuah surat yang berisi amanat, untuk melerai konflik itu. “Ada kidung tentang saudara yang merawat kita, menjaga kita, untuk mewujudkan apa yang menjadi kehendak kita,” terangnya.

Inti pesan yang disampaikan Jatayu adalah tubuh manusia merupakan satu unsur keseimbangan, saling melengkapi, dan tidak ada yang mendominasi. “Dengan semua daya dan kuasa itu maka lengkaplah. Kelima adalah pancer, unsur manunggal yang mewujudkan kita,” jelasnya.

Pentas kolosal Sedulur Papat secara resmi membuka gelaran Solo Batik Carnival 8, Sabtu (13/6/2015), di Stadion Sriwedari, Solo. Usai pentas, sekitar 500 peserta turun ke jalan untuk berparade.

Ketua Yayasan Solo Batik Carnival, Susanto, mengatakan penyelenggaraan event tahun ini ada perbaikan di berbagai sisi. “Harapan kami semoga kreativitas tidak terputus dan para generasi muda supaya terus tumbuh,” jelasnya saat memberikan sambutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...