Tuesday, September 15, 2026
HomeMusikAlone At Last Tampil All Out Di Kota Pertama Rock Heart Tour

Alone At Last Tampil All Out Di Kota Pertama Rock Heart Tour

Published on

- Advertisement -spot_img

Usai siang dan sore hari dimeriahkan oleh Wooden Art Painting dan BMX Competition, malam harinya konser Rock Heart Tour menjadi penanda puncak acara Histeriax yang dihelat oleh clothing company ternama Kota Solo, Rown Division, Jumat (5/12/2014). Hujan yang mengguyur sedari sore tak menghalangi langkah para Stand Alone Crew dan Rocket Rockfriends menuju GOR Manahan, untuk bersenang-senang bersama dua idola mereka: Alone At Last (AAL) dan Rocket Rockers.

Solo patut berbangga karena kota ini menjadi tapakan awal agenda tur dua band asal Bandung yang berkawan erat tersebut. Usai tampilnya Salahudin Al Ayubi, The Aline, dan Tanpa Batas – yang didaulat sebagai opener, pada pukul 21.00 WIB, Yas Budaya cs langsung menguasai panggung.

Dua lagu dari album Integriti, “Let’s Shout It Out” dan “Kita Bisa” dipilih sebagai awalan. Baru dua lagu berjalan, Yas sudah “terbakar”. Ia pun turun dari panggung untuk bernyanyi bersama dengan penggemarnya di barisan depan. Fans menjadi sesuatu yang bernilai bagi Alone At Last, terutama para penggemar yang telah lebih awal mendukung Alone At Last sejak mereka merintis karir perdana. Sebuah nomor klasik “Amarah, Senyum, dan Air Mata”, Alone At Last persembahkan bagi mereka yang Yas sebut dengan “generasi tua”.

Sebagai frontman Alone At Last, performa Yas begitu liar. Dia seperti tidak betah berdiam diri terlalu lama. Salah satu aksi ekstrimnya ketika diakhir lagu dia naik ke tiang penyangga panggung. Dan satu hal lagi: Yas merupakan orator handal. Pandangannya tentang keadilan dan kemanusiaan, ia sampaikan di atas panggung. “Lagu ini untuk mereka yang berjuang demi keadilan,” tukasnya mengawali lagu “Rise for Freedom”.

aksi yas alone at last_

Sekali lagi, Yas benar-benar “terbakar”. Saat menyanyikan “Kisah Jejak Terhina”, ia sampai berkelana ke tribun penonton sebelah barat. Sontak saja arah pandang penonton tak lagi menghadap panggung. Semua mata tertuju kepada aksi Yas yang tak kenal lelah.

Tampil kembali di Solo, menjadi momen berharga bagi Alone At Last untuk mengadakan reuni kecil dengan sahabat. Maka, di lagu “Muak untuk Memuja”, mereka mengajak teman lamanya, Sony Wisnu, Mantan gitaris My Everlasting Dear yang sekarang bersolo karir itu, tampil menyanyikan beberapa part lagu yang diambil dari album Jiwa tersebut.

Seiring meliarnya crowd di nomor “Gadis Kecil Berbisa”, dan perintah Yas kepada penonton untuk membuat wall of death, adalah momen klimaks Alone At Last dalam mengakhiri pertunjukan perdana Rock Heart Tour mereka.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

SIPA 2026 Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional melalui Semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”

SURAKARTA – Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menggelar jumpa pers di...

More like this

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...