Tuesday, September 22, 2026
HomeSeni dan BudayaMenanti Datangnya Godot Di Mimbar Teater Indonesia 2014

Menanti Datangnya Godot Di Mimbar Teater Indonesia 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

mimbar-teater-indonesia-2014

Setelah sempat mengangkat tema karya Putu Wijaya dan Arifin C. Noer, kini Mimbar Teater Indonesia 2014 (MTI) edisi keempat hadir dengan tajuk “Waiting for Godot”. Naskah karya Samuel Beckett itu akan diapresiasi dalam berbagai pendekatan teater, pantomim, dan tari pada 23-28 September 2014, di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

Tak hanya pegiat seni dalam kota saja yang turut berpartisipasi, empat penyaji dari luar kota juga turut meramaikan ajang tahunan ini. Mereka adalah Bengkel Mime (Yogyakarta, 24 September), Sinergi Teater (Makassar, 25 September), Sena Didi Mime Indonesia (Jakarta, 26 September), dan Surabaya Dance Collective (Surabaya, 27 September). Kota Solo diwakili oleh Kelompok Seni Macacarita (23 September) dan Studio Taksu (28 September).

Menurut salah seorang penggagas Mimbar Teater Indonesia, Hanindawan Soetikno, tema “Waiting for Godot” dipilih karena kontekstual dengan kondisi Indonesia pada masa sekarang. “Bangsa ini sedang menunggu-nunggu, apalagi dengan situasi pergantian pemimpin seperti sekarang ini,” jelasnya saat ditemui Soloevent, usai pementasasan hari pertama, Selasa (23/9/2014).

Terkait dengan sajian, para penampil dibebaskan melakukan pendekatan sesuai bidang seninya masing-masing, asalkan tetap mengacu pada benang merah “Waiting for Godot”. Sesuai keterangan Hanindawan, setiap penyaji, harus melalui tahap kuratorial terlebih dahulu, dinilai dari aktivitas kelompok-kelompok tersebut. “Jadi yang masih aktif, yang masih cukup eksis, yang ada proses kegelisahan, itulah yang kami undang,” imbuhnya.

Halim HD selaku kurator Mimbar Teater Indonesia 2014, dalam kata sambutannya ketika membuka pergelaran, menuturkan bahwa  tema “Waiting for Godot” menarik untuk diangkat. Karena tema itu telah menjadi bahan pembicaraan, kajian, dan festival. “Ini menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat. Karena dalam naskah itu terdapat harapan, pencarian, dan penantian. Sangat sesuai dengan kondisi sekarang,” jelasnya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...