Wednesday, May 13, 2026
HomeSeni dan BudayaSajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Sajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Published on

- Advertisement -spot_img

hari-pertama-topeng-panji

Soloevent.id, SOLO – Di hari pertama Indonesia International Mask Festival (IIMF), yang dihelat pada Minggu (14/9/2014), selain dimeriahkan oleh penampilan pembuka dari Semarak Candra Kirana Art Center dan Red Batik, juga tampil tujuh delegasi dari dalam maupun luar negeri. Menjadikan Benteng Vastenburg sebagai latar belakang, fragmen cerita Prabu Klana Sewandana yang akan meminang Dewi Songgolangit, disajikan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Pariwisatan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo.

Dalam perjalanan meminang sang pujaan hati, Prabu Klana Sewandana dihadang oleh  empat Singa Barong. Perang tidak dapat dihindari, dan hanya dengan Pecut Samandiman-lah keempat musuh dapat ditaklukkan.

Maya Dance Theatre (Singapura) menjadi penampil ketiga. Terdapat dua kisah yang dibawakan. Pertama, cerita tentang seorang laki-laki yang merindukan sosok ibunya. Kedua, cerita tentang kesetiaan cinta menghadapi godaan yang diambil dari epos Ramayana. Rama yang digambarkan selalu menenteng “wajah” Sita, mendapat rayuan dari Soorpanaka. Sempat terbawa suasana, tapi ketulusan cinta Rama terhadap Sita menuntunnya kembali ke pelukan Sita.

Cerita Panji dibawakan secara kontemporer oleh Duta Seni Krakatau Steel (Cilegon). Tokoh sentral dalam pementasan ini merupakan ibu bumi. Dengan mengenakan Topeng Panji putih, manusia lahir. Pada awalnya manusia terlahir fitrah, dan ditakdirkan sebagai pemimpin dan penjaga di bumi.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, nafsu manusia semakin besar, terlihat dari Topeng Panji warna merah yang mereka kenakan. Ibu bumi pun murka. Maka dilahaplah manusia. Kisah ini berakhir dengan kesengsaraan manusia karena tak dapat menjaga tanah pijakannya.

Di hari pertama, disemarakkan dengan penampilan Sanggar Topeng Purwa Kencana (Cirebon), Anak Seni Asia (Malaysia), dan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara (Jakarta). Namun sayang, pergelaran menarik ini tidak terlalu mendatangkan massa yang banyak. Sepengamatan Soloevent, jika dibandingkan perhelatan hari pertama SIPA 2014, jumlah penonton sangat drastis berkurang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...