Tuesday, August 25, 2026
HomeSeni dan BudayaSajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Sajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Published on

- Advertisement -spot_img

hari-pertama-topeng-panji

Soloevent.id, SOLO – Di hari pertama Indonesia International Mask Festival (IIMF), yang dihelat pada Minggu (14/9/2014), selain dimeriahkan oleh penampilan pembuka dari Semarak Candra Kirana Art Center dan Red Batik, juga tampil tujuh delegasi dari dalam maupun luar negeri. Menjadikan Benteng Vastenburg sebagai latar belakang, fragmen cerita Prabu Klana Sewandana yang akan meminang Dewi Songgolangit, disajikan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Pariwisatan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo.

Dalam perjalanan meminang sang pujaan hati, Prabu Klana Sewandana dihadang oleh  empat Singa Barong. Perang tidak dapat dihindari, dan hanya dengan Pecut Samandiman-lah keempat musuh dapat ditaklukkan.

Maya Dance Theatre (Singapura) menjadi penampil ketiga. Terdapat dua kisah yang dibawakan. Pertama, cerita tentang seorang laki-laki yang merindukan sosok ibunya. Kedua, cerita tentang kesetiaan cinta menghadapi godaan yang diambil dari epos Ramayana. Rama yang digambarkan selalu menenteng “wajah” Sita, mendapat rayuan dari Soorpanaka. Sempat terbawa suasana, tapi ketulusan cinta Rama terhadap Sita menuntunnya kembali ke pelukan Sita.

Cerita Panji dibawakan secara kontemporer oleh Duta Seni Krakatau Steel (Cilegon). Tokoh sentral dalam pementasan ini merupakan ibu bumi. Dengan mengenakan Topeng Panji putih, manusia lahir. Pada awalnya manusia terlahir fitrah, dan ditakdirkan sebagai pemimpin dan penjaga di bumi.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, nafsu manusia semakin besar, terlihat dari Topeng Panji warna merah yang mereka kenakan. Ibu bumi pun murka. Maka dilahaplah manusia. Kisah ini berakhir dengan kesengsaraan manusia karena tak dapat menjaga tanah pijakannya.

Di hari pertama, disemarakkan dengan penampilan Sanggar Topeng Purwa Kencana (Cirebon), Anak Seni Asia (Malaysia), dan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara (Jakarta). Namun sayang, pergelaran menarik ini tidak terlalu mendatangkan massa yang banyak. Sepengamatan Soloevent, jika dibandingkan perhelatan hari pertama SIPA 2014, jumlah penonton sangat drastis berkurang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

More like this

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

Festival Gamelan Nusantara 2026, Tampilkan Tembang Dolanan Dalam Tradisi Musik Gamelan Nusantara

Soloevent.id - Festival Gamelan Nusantara 2026 digelar di Taman Banjarsari Solo, Jumat (21/8/2026). Festival...

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...